11 Orang Tewas dalam Ledakan di Filipina, Salah Satu Pelaku Diduga WNI

bom filipina
Petugas keamanan berjaga di lokasi ledakan di Jolo, Filipina. (AP Photo/Nickee Butlangan)

JOLO- Dua ledakan terjadi di Jolo, Filipina pada Senin (24/8). Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang dan sekitar 40 lainnya luka-luka.

Lima dari korban tewas dan 18 luka-luka merupakan tentara dan polisi. Sementara 22 orang yang terluka merupakan warga sipil.

Ledakan pertama terjadi di depan Paradise Food Plaza di sebuah desa bernama Walled City di pusat kota Jolo, sementara ledakan kedua dekat Katedral Our Lady of Mount Carmel. Pulau ini terkenal sebagai tempat kombatan teroris Abu Sayyaf.

Komandan Militer Filipina menyebut, pelaku bom bunuh diri tersebut merupakan dua orang wanita. ABS-CBN News melaporkan, salah satu dari wanita itu adalah warga negara Indonesia.

Melansir dari kantor berita Philippine News Agency (PNA), Komandan Angkatan Darat Filipina (PA), Letjen Cirilito Sobejana mengungkapkan, dua wanita pelaku bom bunuh diri tersebut kemungkinan besar dimotivasi oleh pemimpin Abu Sayyaf Mundi Sawadjaan.

BACA JUGA:   Donald Trump Diungsikan ke Bunker Setelah Demo Meluas

“Hingga saat ini tidak ada informasi yang dapat mengonfirmasi atas hal yang ditanyakan,” ujarnya melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

Militer Filipina saat ini sedang mempertimbangkan agar Provinsi Sulu ditempatkan di bawah Hukum Darurat Militer menyusul kejadian pengeboman tersebut.

“Saya pikir bijaksana (bagi pemerintah) untuk mengumumkan (Darurat Militer) lagi,” tutur Sobejana, Selasa (25/8).

Menurut Soebajana, darurat militer diperlukan untuk mengontrol penyerangan yang mungkin masih terjadi dan mengendalikan pergerakan kegiatan terorisme. Terkait durasi pelaksanaannya Soebajana bilang akan disesuaikan dengan situasi.

“Situasi menentukan (berapa lama) penegakan atau pelaksanaan Darurat Militer,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here