Ia juga mengimbau pemerintah tidak hanya fokus pada pelarangan Roblox. Anis mendorong adanya fitur keamanan dari pengembang gim dan sistem pelaporan yang responsif terhadap konten berbahaya.
“Pemerintah harus terus berinovasi serta berkolaborasi dengan pengembang gim, platform media sosial, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak,” kata Anis.
Gen Z Ketagihan Main Gim Roblox
Sejumlah anak muda dari Generasi Z mengaku betah berlama-lama bermain gim daring Roblox, salah satu alasannya karena bisa berkenalan dan berbagi cerita dengan orang dari berbagai daerah.
Nafisa (20) misalnya, mengaku kerap menghabiskan tiga jam setiap malam bermain Roblox untuk mengenal orang baru.
“Seru banget, kadang ketemu yang lebih tua dan ternyata satu jurusan kuliah, jadi bisa saling berbagi soal kuliah, magang, dan lain-lain,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Selain aspek sosial, Nafisa menilai banyak permainan di Roblox yang mengasah kemampuan berpikir.
Pengalaman serupa dirasakan Rahma (25), karyawan swasta yang gemar mengobrol dengan pemain lain di Roblox.
“Mengobrol di game pernah, tapi ajak ketemuan enggak,” kata Rahma.
Menurutnya, interaksi di Roblox cukup menyenangkan. Ia bercerita pernah mendapat bantuan dari pemain asing saat menjalankan misi mendaki gunung.
“Baik-baik orang di Roblox, lucu. Mereka nemanin supaya enggak nyasar,” tuturnya.
Bagi Rahma, bermain Roblox menjadi cara melepas penat usai bekerja. Durasi bermainnya bervariasi antara satu hingga tiga jam, tergantung jenis permainan yang dimainkan. “Kalau main game berkebun, sejam juga cukup,” katanya. (*)






