RISKS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten mencatat peningkatan signifikan pada indeks inklusi keuangan di Banten, yang kini mencapai 80,51 persen pada 2025, melonjak dari 65 persen pada 2024.
Kepala OJK Banten, Adi Dharma, di Cilegon, Jumat, mengatakan peningkatan tersebut didukung oleh berbagai upaya edukasi, termasuk penyelenggaraan Financial Expo (FIN Expo) 2025 sebagai puncak Bulan Inklusi Keuangan.
“Kita melakukan financial expo tahun 2025 untuk meningkatkan inklusi masyarakat yang ada di provinsi Banten sehingga pemahaman, penggunaan terkait lembaga keuangan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Adi menjelaskan, tingkat literasi keuangan juga mengalami kenaikan dari 55 persen pada 2024 menjadi 65 persen di 2025.
“Harapan kami tentunya dengan adanya Financial Expo ini bisa mencapai 90 persen dan bahkan bisa mendekati 100 persen,” ujarnya.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar di Banten ini diikuti oleh 24 lembaga keuangan, mulai dari perbankan, asuransi, sekuritas, hingga Bank Indonesia yang berlangsung mulai dari tanggal 31 Oktober sampai 1 November 2025 di Cilegon Center Mall (CCM) Kota Cilegon.
Menurut Adi, salah satu tujuan utama peningkatan literasi dan inklusi adalah agar masyarakat melek keuangan sehingga dapat meminimalisir dan menurunkan penggunaan pinjaman online (pinjol) ilegal.
“OJK Provinsi Banten juga rutin melakukan sosialisasi bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan keuangan,” jelasnya.
Pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan di Cilegon, lanjutnya, bertujuan untuk menyasar tempat yang mudah diakses masyarakat, terutama pada akhir pekan. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan digelar di semua kota di Banten secara bergiliran.






