RISKS.ID-Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menerbitkan batch kredit karbon dengan volume 35.475 ton CO2e. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.060 ton CO2e atau 90,4 persen telah terserap pasar.
“Kami tidak menyangka kredit karbon yang baru diterbitkan dapat terserap pasar secepat ini. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan kredit karbon di Indonesia sangat tinggi,” ujar CEO Pertamina NRE John Anis, dikutip dari laman resmi perusahaan, Selasa (18/11).
Batch kredit karbon terbaru ini berasal dari pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Konversi pengurangan emisi setara dengan lebih dari 8.000 mobil berbahan bakar bensin atau sama dengan penyerapan emisi dari 570.000 pohon per tahun.
Permintaan kredit karbon tersebut datang dari perusahaan nasional lintas sektor, mulai dari perbankan, perdagangan, hingga industri ekstraktif.
John optimistis pasar karbon domestik akan semakin berkembang seiring penguatan regulasi dan dukungan pemerintah. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang menandatangani mutual recognition agreement (MRA) dengan lembaga standar internasional seperti Gold Standard dan Verra.
“Inisiatif ini membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk masuk ke pasar karbon global,” terangnya.
Proyek Berbasis Limbah Pabrik Sawit
PLTBg Sei Mangkei, yang beroperasi sejak 2020, merupakan hasil kolaborasi Pertamina NRE dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III). Kredit karbon dihitung berdasarkan pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) yang diolah menggunakan teknologi covered lagoon menjadi energi biogas terbarukan.
Sebelumnya, Pertamina NRE juga telah menjual habis kredit karbon perdananya dengan total volume 864.209 ton CO2e yang berasal dari unit 5 dan 6 pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lahendong.
Pertamina NRE menyatakan perdagangan karbon menjadi bagian strategis dalam mendukung operasional IDXCarbon, bursa karbon resmi yang diluncurkan pemerintah pada September 2023.
Ke depan, perusahaan menyiapkan penerbitan Volume 3 kredit karbon dari PLTP Lahendong unit 5 dan 6, dengan perkiraan volume 465.131 ton CO2e.
“Dengan portofolio energi terbarukan yang kami kelola, Pertamina NRE akan terus aktif menerbitkan kredit karbon yang berkualitas,” kata John.






