Citilink Perkuat Armada, Target 36 Pesawat Beroperasi Akhir Tahun

citilink
Pesawat Citilink. Foto: Citilink

RISKS.ID – Maskapai penerbangan nasional Citilink mulai mereaktivasi armada tambahan untuk memperkuat kapasitas operasional. Langkah ini disebut menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam meningkatkan layanan kepada pelanggan.

“Penguatan armada operasional ini merupakan momentum penting bagi Citilink untuk memperluas jaringan dan memperkuat keandalan layanan,” ujar Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro di Tangerang, Banten, Jumat (21/11).

Bacaan Lainnya

Dengan reaktivasi tersebut, Citilink kini mengoperasikan total 31 unit pesawat. Menurut Darsito, penambahan ini menjadi bagian dari program reaktivasi armada yang tengah dijalankan secara bertahap.

“Langkah ini merupakan bagian dari program reaktivasi armada tambahan untuk memperkuat kapasitas operasional dan meningkatkan layanan kepada pelanggan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tim teknis, operasional, hingga mitra strategis perusahaan. “Kami terus menjaga komitmen untuk memberikan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” tegasnya.

Proses reaktivasi armada Citilink dilakukan oleh GMF AeroAsia melalui pemeliharaan menyeluruh, inspeksi ketat, serta pemenuhan standar keselamatan yang ditetapkan regulator. Penguatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis di dalam Garuda Indonesia Group.

Citilink menargetkan total 36 pesawat beroperasi hingga akhir tahun. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pertengahan tahun lalu yang hanya 21 pesawat.

“Pencapaian ini menunjukkan progres positif dari rangkaian perbaikan dan upaya pemulihan yang terus dilakukan perusahaan,” ungkap Darsito.

Menurut dia, keberhasilan reaktivasi armada ini juga memberi ruang bagi Citilink untuk memperluas jaringan penerbangan, menyesuaikan kapasitas, serta meningkatkan efisiensi operasional.

“Citilink akan terus melanjutkan program reaktivasi armada secara bertahap, sekaligus memastikan seluruh proses perawatan dilakukan sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *