Wahana Makmur Sejati Teken MoU dengan Bapas Ciangir, Hadirkan Pelatihan Teknik Sepeda Motor Honda

PT Wahana Makmur Sejati (WMS)
PT Wahana Makmur Sejati (WMS) menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir dalam kerja sama pelatihan teknis bagi para klien binaan. Foto: Wahana

RISKS.ID – PT Wahana Makmur Sejati (WMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kali ini, WMS menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir dalam kerja sama pelatihan teknis bagi para klien binaan. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) digelar di Kabupaten Tangerang, Jumat (29/11).

Kolaborasi tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal kemandirian para klien setelah kembali ke masyarakat. WMS menekankan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha maupun kesempatan bekerja secara profesional.

Bacaan Lainnya

Acara penandatanganan MoU turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten M. Ali Syeh Banna serta Kepala Bapas Kelas II Ciangir Anjar Seto. Keduanya mengapresiasi langkah WMS yang memberikan ruang bagi para klien untuk menata ulang masa depan mereka. Anjar menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk memperkuat program reintegrasi sosial dan pemberdayaan pasca pembinaan.

Sebagai rangkaian kegiatan, WMS juga memberikan materi teknis kepada para klien. Training Analyst WMS, Wahyu Budhi, memaparkan dasar-dasar mekanisme kerja sepeda motor Honda serta potensi keterampilan ini sebagai peluang usaha. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan langsung.

Selain pelatihan teknis, WMS menghadirkan edukasi keselamatan berkendara. Head of Safety Riding Promotion WMS, Agus Sani, menjelaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab di jalan raya. Menurut dia, perilaku berkendara yang aman tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencerminkan karakter pengendara terhadap pengguna jalan lain.

Saat ini, Bapas Kelas II Ciangir membina 1.239 klien. Melalui program ini, para klien tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan rasa percaya diri untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.

Sebagai implementasi MoU, para klien akan mendapatkan pelatihan lanjutan terkait troubleshooting sepeda motor Honda guna meningkatkan kemampuan analisis dan perbaikan secara mandiri. WMS membuka peluang bagi peserta terbaik untuk disalurkan ke jaringan AHASS Jakarta–Tangerang melalui proses seleksi sesuai standar perusahaan.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi bentuk kepedulian terhadap sesama. Kami berharap ilmu yang dibagikan hari ini dapat membuka jalan baru bagi para klien untuk menjalani hidup yang lebih produktif,” ujar GM After Sales WMS, Nanik Setiawati.

Dia menambahkan, setiap individu memiliki kesempatan memperbaiki hidup. Dengan dukungan yang tepat, WMS optimistis para klien akan kembali ke masyarakat dengan kompetensi dan kepercayaan diri yang lebih kuat.

WMS menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan. Program bersama Bapas Ciangir ini diharapkan dapat berlanjut menjadi pelatihan jangka panjang.

WMS juga berharap sinergi tersebut mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk turut berkontribusi dalam pembinaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pasca pemasyarakatan, demi terwujudnya lingkungan sosial yang inklusif dan mandiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *