RISKS.ID – Sebanyak 118 klaster atau area Perumahan Puri Bintaro dan Kucica di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kini telah mendapatkan layanan jaringan gas (jargas) dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Kehadiran jargas tersebut disambut positif warga karena dinilai lebih aman dan efisien dibandingkan penggunaan gas tabung.
Ketua RW 09 Puri Bintaro, Gamawati, mengatakan saat ini warga di lingkungannya sudah menikmati layanan jargas dari PGN. Menurut dia, penggunaan gas alam melalui jaringan pipa dinilai lebih aman sekaligus lebih hemat.
“Dari segi keamanan, gas alam lebih aman daripada gas yang biasa kita beli. Pastinya juga lebih murah dibandingkan gas yang sebelumnya kita pakai,” kata Gamawati dalam keterangannya, Sabtu.
Dia menuturkan, informasi mengenai layanan jargas PGN didapatkan dari pemberitaan media serta pengalaman masyarakat lain yang lebih dulu menggunakan gas alam. Gamawati pun berharap semakin banyak warga yang beralih ke gas PGN.
“Harapan kita, warga bisa pindah ke gas PGN karena lebih efisien, lebih irit, dan jalurnya juga sudah ada,” ujarnya.
Sementara itu, Group Head City Gas Project PT PGN, Lebinner Sinaga, menyampaikan hingga kini total jaringan pipa gas PGN yang telah terbangun mencapai 2.698 kilometer. Jaringan tersebut telah melayani lebih dari 814.000 rumah tangga di berbagai daerah di Tanah Air.
Selain di Tangerang Selatan, pembangunan jaringan gas PGN yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) juga tengah berlangsung di sejumlah kota lainnya, seperti Surabaya, Gresik, Sleman, Dumai, Medan, Musi Banyuasin, Banyuasin, Batam, dan Cirebon.
“Kita akan terus memperluas jaringan gas di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi bersih masyarakat Indonesia. Bahkan saat ini gas alam juga sudah dimanfaatkan oleh UMKM dan pelanggan komersial,” kata Lebinner dalam pernyataan resmi.
Project Manager City Gas 2 PT PGN, Rudi Permadi, menambahkan semakin banyak perumahan yang dialiri gas PGN, maka semakin banyak pula keluarga yang dapat memasak dengan tenang tanpa khawatir kehabisan gas.
“Penggunaan juga lebih nyaman karena jaringan pipa PGN terpisah dan tertanam di bawah tanah. Dengan begitu, pelanggan tidak akan direpotkan lagi dengan urusan copot-pasang tabung gas,” tuturnya.
Rudi juga mengungkapkan, hingga akhir tahun ini total konstruksi jaringan gas PGN di Tangerang Selatan telah mencapai 353 kilometer pipa distribusi dan telah dinikmati oleh 9.388 pelanggan rumah tangga.
“Jumlah ini akan terus bertambah mengingat minat pemakaian gas alam masih terus bertumbuh,” ujar dia.






