Pantai Popoh Tulungagung, Pesona Laut Selatan dan Kisah Panjang Nelayan Pesisir

pantai popoh
Pantai Popoh Tulungagung, Jawa Timur. Foto: wikipedia

RISKS.ID – Angin laut berembus pelan di pesisir selatan Tulungagung. Debur ombak Samudra Hindia terdengar berirama, memecah karang-karang yang mengelilingi Pantai Popoh.

Di tempat inilah, keindahan alam dan denyut kehidupan nelayan berpadu, membentuk kisah panjang yang terus hidup hingga kini.

Bacaan Lainnya

Pantai Popoh yang terletak di Kecamatan Besuki dikenal sebagai salah satu pantai legendaris di Tulungagung. Bentuk teluk alaminya membuat kawasan ini tampak tenang, meski berada di jalur laut selatan yang terkenal berombak besar.

Dari atas perbukitan, hamparan laut biru terlihat luas, menjadi daya tarik utama wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

“Setiap kali ke sini, rasanya selalu ingin kembali. Pemandangannya indah dan suasananya berbeda dengan pantai lain,” ujar Diana Sutedjo, warga Kediri, saat menikmati sore di kawasan Pantai Popoh.

Tak hanya panorama, Pantai Popoh juga menyuguhkan kehidupan pesisir yang masih kental. Sejak pagi hari, perahu-perahu nelayan terlihat bersandar di tepi pantai.

Aktivitas bongkar muat ikan menjadi pemandangan rutin yang menarik perhatian wisatawan. Pasar ikan di sekitar kawasan pun ramai oleh pembeli yang mencari hasil laut segar.

“Beberapa kali kami ke sini. Dan setiap pulang kami selalu belanja ikan untuk dimasak di rumah. Selain harganya murah, tentu ikannya masih segar,” kata Muhammad Ahsan, wisatawan asal Nganjuk.

Jejak Sejarah di Pesisir Selatan

Jauh sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, Pantai Popoh merupakan pelabuhan pendaratan ikan tradisional. Nelayan lokal menjadikan teluk ini sebagai tempat berlabuh karena relatif aman dari terpaan ombak besar.

Dari sinilah roda perekonomian masyarakat pesisir berputar selama puluhan tahun.

“Yang saya tahu, dulu Popoh itu pusat aktivitas nelayan. Wisata baru berkembang belakangan, setelah akses jalan dan fasilitas mulai dibangun,” kata Ahsan.

Seiring waktu, kawasan Pantai Popoh mulai ditata sebagai objek wisata. Pemerintah daerah menambahkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari area parkir, penginapan, hingga spot pandang untuk menikmati matahari terbenam. Meski demikian, identitas Popoh sebagai kampung nelayan tetap dipertahankan.

Tradisi budaya masyarakat pesisir pun masih hidup. Upacara adat laut yang digelar secara berkala menjadi wujud rasa syukur sekaligus harapan akan keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi daya tarik budaya bagi wisatawan.

Antara Alam, Budaya, dan Wisata

Kini, Pantai Popoh tidak sekadar menawarkan keindahan alam. Ia menjadi ruang pertemuan antara wisata, sejarah, dan kehidupan masyarakat pesisir. Pengunjung dapat menikmati panorama laut, menyaksikan aktivitas nelayan, hingga merasakan atmosfer kampung pantai yang autentik.

“Pantai Popoh punya cerita. Bukan hanya soal pemandangan, tapi juga kehidupan masyarakatnya,” pungkas Ahsan.

Dengan pesona alam yang masih terjaga dan kisah panjang yang menyertainya, Pantai Popoh tetap menjadi salah satu ikon wisata bahari Tulungagung yang layak dikunjungi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *