Film Horor “Dusun Mayit”, saat Pendakian tanpa Jalan Pulang

dusun mayit

RISKS.ID – Film horor terbaru berjudul Dusun Mayit mengangkat kisah pendakian yang sejak awal diniatkan sebagai pelarian dari rutinitas, namun perlahan berubah menjadi perjalanan tanpa jalan pulang.

Film ini menghadirkan teror yang berakar dari kesesatan, konflik batin, dan misteri alam yang tak bisa dijelaskan logika.

Bacaan Lainnya

Cerita berpusat pada empat sahabat, Raka, Aryo, Nita, dan Yuni, yang memutuskan mendaki Gunung Welirang sebagai bentuk liburan sederhana. Pendakian itu juga menjadi ruang bagi mereka untuk sejenak bernapas dari persoalan pribadi masing-masing. Namun, alih-alih menemukan ketenangan, keputusan tersebut justru membawa mereka ke pengalaman yang jauh dari kata menenangkan.

Raka (Randy Martin) tampil sebagai penggagas perjalanan. Dengan sikap optimistis dan keyakinan bahwa alam selalu menawarkan kedamaian, dia berhasil meyakinkan teman-temannya untuk ikut mendaki.

Keyakinan tersebut menjadi pendorong utama perjalanan, tetapi sekaligus menanam bibit konflik ketika Raka kerap mengabaikan tanda-tanda bahaya di sepanjang jalur pendakian.

Pendakian ke Gunung Welirang menjadi pengalaman pertama bagi Nita dan Yuni yang diperankan Ersya Aurelia dan Amanda Manopo. Keduanya memulai perjalanan dengan antusiasme tinggi, menikmati setiap langkah awal sambil berharap dapat menyaksikan langsung keindahan alam.

Pada fase ini, suasana masih terasa ringan. Persahabatan terjalin hangat, rasa lelah tertutup rasa penasaran, dan optimisme seolah menjadi pelindung dari segala kemungkinan buruk.

Situasi mulai berubah ketika mereka tersesat di sebuah padang rumput luas yang dikelilingi ilalang. Di tengah kebingungan, mereka menemukan sebuah pasar yang tampak ramai dan hidup. Tanpa curiga, keempatnya memutuskan beristirahat di tempat tersebut. Keputusan sederhana ini menjadi titik balik cerita, karena tanpa disadari mereka telah melangkah ke wilayah yang tidak tercantum di peta mana pun.

Gunung yang mereka daki seolah membuka pintu ke dimensi lain, sebuah dusun misterius yang dipenuhi kejanggalan. Sosok-sosok asing, teror gaib, dan suasana tak wajar mulai mengepung mereka. Dusun tersebut bukan sekadar sunyi, melainkan menyimpan ancaman dari makhluk yang tidak sepenuhnya manusia.

Dari sinilah pertanyaan utama film terus bergema, apakah mereka masih memiliki jalan untuk kembali ke dunia nyata?

Keempat pemeran utama membangun dinamika pertemanan yang meyakinkan. Yuni digambarkan sebagai sosok rasional di awal cerita. Namun, ketika teror semakin mendekat dan logika tak lagi memadai, dia justru menjadi karakter paling rapuh secara emosional.

Nita tampil penuh percaya diri dan cenderung arogan. Akan tetapi, seiring situasi berubah menjadi mimpi buruk, lapisan keangkuhan itu perlahan runtuh, digantikan rasa takut dan ketidakberdayaan.

Aryo (Fahad Haydra) hadir sebagai karakter paling realistis. Dia menjadi penyeimbang di tengah kepanikan sekaligus saksi bagaimana rasa takut menggerogoti persahabatan. Sementara itu, Raka tetap berusaha optimistis. Namun, sikap cerobohnya dalam membaca situasi justru membawa kelompok semakin jauh dari keselamatan, menegaskan bahwa niat baik tidak selalu berujung pada hasil yang baik.

Produser Rocky Soraya mengungkapkan para pemeran utama dipilih tanpa melalui proses casting konvensional.

“Karena mereka yang paling terasa untuk karakter-karakter ini. Sebetulnya mereka tidak lewat proses casting, itu lewat pilihan saya. Saya sudah mengenal mereka sebagai artis cukup lama dan sudah melihat proyek-proyek mereka,” ujar Rocky.

Rocky menambahkan, sebagai aktor, para pemain memberikan warna yang berbeda dalam film ini. Menurut dia, seluruh pemeran mampu melebur menjadi karakter, bukan sekadar menampilkan diri mereka sendiri.

Dialog antarkarakter terasa natural, terutama ketika mereka mulai menyadari ada sesuatu yang sangat salah. Ketegangan tidak hanya datang dari kehadiran makhluk gaib, tetapi juga dari konflik batin, rasa bersalah, serta kecenderungan saling menyalahkan.

Secara visual, Dusun Mayit memanfaatkan lokasi alam secara efektif. Pengambilan gambar di kawasan gunung dan hutan menghadirkan kesan nyata sekaligus melelahkan, sejalan dengan kondisi fisik para karakter. Film ini memadukan CGI dan practical effect untuk menampilkan sosok penguasa gaib yang tidak digambarkan secara konvensional, sehingga ancaman terasa masif dan mengintimidasi.

Sutradara Rizal Mantovani menyebut tantangan terbesarnya adalah menghadirkan kebaruan dalam genre horor.

“Kami mencari kebaruan, seperti apa bentuk kesurupan itu, karena film horor sudah banyak. Di sini kami eksplor bersama di lokasi,” kata Rizal.

Proses produksi juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemeran. Ersya Aurelia mengaku adegan underwater menjadi pengalaman tersulitnya.

“Adegan underwater, karena aku kira aku tidak akan survive. Itu diambil di hari terakhir. Latihan cuma satu kali free dive sekitar dua sampai tiga jam, lalu besoknya langsung take menyelam di kolam tiga meter,” ujarnya.

Sejumlah kejadian tak biasa juga dialami para pemain selama proses syuting. Randy Martin menuturkan, di salah satu hotel tempat mereka menginap, koper tiba-tiba bergerak sendiri pada malam hari. Kejadian itu, menurut dia, juga dialami oleh pemain lain.

Ersya pun membagikan pengalamannya saat menginap di hotel di Malang. Dia mengaku ketakutan melihat cermin di samping kasur hingga memilih tidur menghadap sebaliknya. Di tengah malam, dia mengalami ketindihan dan melihat bayangan tinggi besar berjalan ke arah cermin tanpa bisa bergerak.

Lebih dari sekadar film horor tentang makhluk halus, Dusun Mayit berbicara tentang kesesatan, ketidaksiapan mental, dan konsekuensi dari meremehkan alam. Dengan atmosfer yang kuat, eksplorasi visual yang serius, serta dinamika karakter yang solid, film ini menawarkan pengalaman horor yang menegangkan sekaligus menguras emosi.

Diproduseri Rocky Soraya dan disutradarai Rizal Mantovani, Dusun Mayit dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 31 Desember 2025. Film ini terinspirasi dari kisah para pendaki Gunung Welirang di Malang, Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *