Super Flu Mengancam, Dinkes DKI Tempuh Langkah Ini

penumpang krl
Penumpang KRL mengenakan masker. Foto: Al Jazeera

RISKS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan super flu atau influenza A (H3N2) subclade K. Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan terdeteksinya subclade K di Indonesia berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, penerapan PHBS menjadi langkah paling mendasar dan efektif untuk memutus rantai penularan penyakit infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza. Dia menekankan pentingnya disiplin menjalankan kebiasaan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Bacaan Lainnya

“Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker jika sedang sakit, menerapkan etika batuk, menghindari menyentuh area wajah, mencukupi asupan nutrisi seimbang, minum air dua liter sehari, istirahat cukup, dan olahraga teratur,” kata Ani, Minggu (03/01/2026).

Selain itu, Ani mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila keluhan tidak membaik. Menurut dia, kewaspadaan terhadap gejala berat harus ditingkatkan, terutama yang mengarah pada pneumonia.

“Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen kurang dari 92 persen,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenkes mengungkapkan bahwa influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. Temuan tersebut diperoleh melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, menggunakan sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes mencatat terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Meski demikian, Ani menegaskan bahwa situasi influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Hingga akhir Desember 2025, tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan jika dibandingkan dengan jenis influenza lainnya.

“Kementerian Kesehatan menegaskan situasi influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan influenza lainnya,” kata dia.

Di tingkat daerah, Dinkes DKI Jakarta mencatat tren kasus influenza A terus menurun. Penurunan tersebut terjadi sejak puncak kasus yang tercatat pada Oktober 2025.

“Demikian juga untuk kasus ISPA dan pneumonia secara umum berdasarkan data yang ada di Dinkes terus turun sejak puncak kasus yang terjadi pada bulan Oktober 2025,” ujar Ani.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, secara nasional kasus penyakit mirip influenza (influenza like illness/ILI) sempat meningkat hingga 74 persen pada Agustus 2025. Peningkatan tersebut didominasi oleh influenza A, dengan kecenderungan serupa juga terjadi di Jakarta.

Sementara itu, untuk kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tercatat sebanyak 1.966.308 kasus sejak Januari hingga Oktober 2025. Peningkatan jumlah kasus mulai teridentifikasi sejak Juli 2025, sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan pada bulan-bulan berikutnya.

Dinkes DKI Jakarta pun kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Disiplin menerapkan PHBS dan segera mengakses layanan kesehatan dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah dinamika penyebaran influenza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *