Menkeu Optimistis Rupiah Menguat dalam Dua Pekan

Purbaya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Wikipedia

RISKS.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Ia memperkirakan penguatan rupiah dapat terjadi dalam dua pekan ke depan.

“Tidak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam dua minggu ke depan,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/01/2026).

Bacaan Lainnya

Purbaya mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu masukan dari Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, secara paralel pemerintah juga terus berupaya memperbaiki kinerja perekonomian nasional.

Ia optimistis, dengan perbaikan fundamental ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai enam persen. Menurut Purbaya, kondisi tersebut akan memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah.

“Fondasi ekonomi akan terus membaik ke depan. Tidak ada alasan orang takut untuk mengonversi ke rupiah. Investor asing juga sudah masuk, terlihat dari pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” kata dia.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, nilai tukar rupiah tercatat menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp 16.870 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.877 per dolar AS.

Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan ke depan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran.

“Pengumuman ini meningkatkan ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama karena China merupakan importir utama minyak Iran,” ujar Josua kepada Kantor Berita Antara.

Mengutip Anadolu, Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap seluruh negara yang masih berdagang dengan Iran. Trump menegaskan kebijakan tersebut bersifat final dan akan diberlakukan sesegera mungkin, meski belum merinci mekanisme penerapannya.

Josua memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.900 per dolar AS.

Selain sentimen geopolitik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat. Inflasi headline AS (Indeks Harga Konsumen/IHK) pada Desember 2025 tercatat stabil di level 2,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti tetap di level 2,6 persen yoy, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 2,7 persen yoy.

Adapun data penjualan rumah baru AS pada Oktober 2025 tercatat sebesar 737 ribu unit, sedikit turun dari 738 ribu unit pada bulan sebelumnya, namun masih melampaui ekspektasi pasar yang berada di angka 715 ribu unit. “Hal ini menunjukkan permintaan konsumen masih cukup tangguh,” kata Josua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *