RISKS.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan pola operasi memutar menyusul banjir yang masih menggenangi jalur rel di antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Banjir tersebut terjadi sejak Sabtu (17/1) dini hari dan berdampak pada perjalanan kereta api di lintas Pantura Jawa Tengah.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan sejumlah perjalanan kereta api yang melintas dari arah barat dialihkan melalui jalur selatan.
“Perjalanan sejumlah KA dari arah barat memutar melalui rute Tegal–Prupuk–Kroya–Solobalapan–Gundih–Gambringan–Semarang Tawang,” ujar Luqman di Semarang, Sabtu.
Beberapa kereta api yang mengalami perubahan rute perjalanan antara lain KA Argo Anjasmoro, KA Harina, dan KA Kamandaka. Selain pengalihan rute, PT KAI juga membatalkan sejumlah perjalanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Semarang.
Adapun perjalanan KA yang dibatalkan keberangkatannya antara lain KA Kaligung dan KA Merbabu.
Sebagai upaya untuk tetap memperlancar perjalanan kereta api di jalur yang terdampak banjir, PT KAI menyiapkan lokomotif jenis BB 304. Lokomotif tersebut dirancang mampu melintas di genangan air dan akan digunakan untuk menarik kereta api dari arah timur menuju barat saat melewati rel yang tergenang.
Sebelumnya diberitakan, jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 10 sentimeter di atas kepala rel. Kondisi tersebut membuat jalur dinyatakan tidak aman untuk dilalui dan memaksa PT KAI melakukan penyesuaian operasional demi keselamatan perjalanan.






