Menghilang Sejak Desember 2025, ternyata Anggota Brimob Polda Aceh Bripda Rio Jadi Tentara Bayaran Rusia

bripda muhammad rio
Bripda Muhammad Rio dikabarkan menjadi tentara bayaran Rusia. Foto: Istimewa

RISKS.ID – Seorang anggota Satuan Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio bikin heboh se-Indonesia. Gara-garanya, Rio diduga bergabung sebagai tentara bayaran Rusia setelah meninggalkan kedinasannya tanpa izin sejak 8 Desember 2025.

Sejak tanggal tersebut, Bripda Rio tidak lagi masuk kantor dan keberadaannya tidak diketahui. Pihak kepolisian menyatakan, tindakan itu masuk kategori disersi, yakni meninggalkan tugas tanpa izin resmi dari pimpinan satuan.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan keterlibatan Bripda Rio dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

“Kami sudah menerima laporan terkait dugaan tersebut,” ujar Joko saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, Bripda Rio disebut-sebut berada di kawasan Donbass, wilayah konflik antara Rusia dan Ukraina.

Joko menegaskan, hingga saat ini Bripda Muhammad Rio masih tercatat sebagai personel Satuan Brimob Polda Aceh yang melakukan disersi karena meninggalkan tugas tanpa izin dari pimpinan.

Ia juga mengungkapkan, sebelum meninggalkan Indonesia dan diduga bergabung dengan militer Rusia, Bripda Rio memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri.

“Yang bersangkutan sebelumnya pernah disidang oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP),” kata Joko.

Dalam sidang tersebut, Bripda Rio dijatuhi sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob. Sanksi itu dijatuhkan atas pelanggaran etik terkait hubungan perselingkuhan hingga menikah siri.

Polda Aceh menyatakan masih terus melakukan pendalaman dan koordinasi terkait keberadaan Bripda Rio serta dugaan keterlibatannya dalam konflik bersenjata di luar negeri.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengaku tidak mengetahui motif eks anggota Satuan Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio bergabung menjadi tentara bayaran di Rusia.

“Saya tidak tahu apa motif yang bersangkutan bergabung dengan tentara Rusia. Saya belum mendalami motifnya karena tidak bertemu dengannya,” kata Irjen Pol Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *