Kehadiran Indonesia di WEF Davos 2026 Perkuat Diplomasi Ekonomi Global

rosan roeslani
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berbicara saat pembukaan Pavilliun Indonesia di WEF 2025, Davos, Swiss. Foto: BKPM

RISKS.ID — Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang dijalankan secara konsisten untuk meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.

Rosan menyampaikan, partisipasi Indonesia dalam forum internasional yang akan berlangsung pada 19–22 Januari 2026 tersebut melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menurut Rosan, yang juga menjabat sebagai Kepala BKPM dan CEO Danantara Indonesia, kehadiran berbagai institusi tersebut bukan langkah yang bersifat insidental, melainkan kelanjutan dari upaya jangka panjang pemerintah dalam mempromosikan potensi investasi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis global di tengah dinamika ekonomi dunia.

“WEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global, termasuk kebijakan dan regulasi baru yang sudah dikeluarkan, sebagai pesan bahwa Indonesia terus bergerak maju,” ujar Rosan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).

Ia menambahkan, forum WEF menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menyampaikan arah kebijakan serta kesiapan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Dalam WEF Davos 2026 yang mengusung tema A Spirit of Dialogue, Indonesia memosisikan diri sebagai mitra dialog yang konstruktif dan solutif. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif sebagai fondasi peningkatan daya saing nasional.

Rosan juga menyampaikan bahwa Indonesia kembali mengusung pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi antara pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Indonesia Pavilion dengan tema Indonesia Endless Horizons sebagai wadah promosi investasi terpadu.

Selain itu, Indonesia akan menggelar Indonesia Night sebagai ruang diplomasi ekonomi informal yang mempertemukan para pemimpin dunia, investor global, dan pelaku usaha internasional.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia tidak hanya menampilkan peluang investasi, tetapi juga menegaskan identitasnya sebagai negara dengan kekayaan seni dan budaya, sekaligus mitra global yang terbuka terhadap kolaborasi berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi hijau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *