RISKS.ID — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan. Operasi pencarian dijadwalkan dimulai pada Minggu (18/1) dini hari pukul 04.00 WITA.
Tim SAR gabungan tersebut terdiri atas Basarnas sebagai koordinator SAR, BPBD, TNI, Polri, Polairud, PMI, Mapala, serta ratusan relawan kemanusiaan dari berbagai elemen.
Keputusan pelaksanaan operasi tersebut ditetapkan dalam pengarahan yang dipimpin oleh Komandan Kodim (Dandim) Pangkep pada Sabtu (17/1) malam. Pengarahan itu merupakan bagian dari rangkaian komando operasi terpadu yang berada di bawah kendali Panglima TNI Kodam XIV/Hasanuddin.
Dalam pengarahan tersebut, komando operasi menetapkan pembagian sektor dan tim pencarian yang disesuaikan dengan karakteristik medan di lokasi pencarian. Selain itu, dilakukan penegasan kembali terkait pembagian tugas masing-masing unsur yang terlibat.
Berdasarkan arahan komando, tiga personel BPBD Kota Makassar ditugaskan pada bidang data dan informasi untuk mendukung integrasi data serta kelancaran pelaporan selama operasi berlangsung. Sementara itu, tujuh personel BPBD lainnya yang memiliki keahlian vertical rescue ditunjuk untuk memimpin sejumlah tim pencarian di lapangan.
Penunjukan tersebut dilakukan seiring dengan bertambahnya jumlah tim pencarian akibat meningkatnya personel dan relawan yang terus berdatangan ke lokasi operasi.
BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung operasi pencarian secara terkoordinasi dan profesional dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel dalam satu sistem komando terpadu.
Komandan Regu BPBD Kota Makassar, Rahmat, mengatakan seluruh personel siap melaksanakan tugas dan mematuhi satu komando di lapangan.
“Kami siap bergerak sesuai arahan komando. Personel BPBD Kota Makassar akan fokus pada tugas data dan informasi serta memimpin tim pencarian sesuai keahlian yang dimiliki,” ujar Rahmat.
Diberitakan sebelumnya, pesawat jenis ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1). Pesawat tersebut diperkirakan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah turun ke lapangan untuk melakukan pengumpulan data terkait peristiwa hilangnya pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut. Lokasi hilang kontak pesawat berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, wilayah Maros–Pangkep.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat. Ia mengungkapkan, proses investigasi sementara terkendala karena emergency locator transmitter (ELT) pesawat diduga tidak berfungsi.
“Saat ini fokus kami masih pada pencarian lokasi jatuhnya pesawat serta pengumpulan data korban,” kata Soerjanto.






