RISKS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api, termasuk KA Kamandaka dan KA Purwojaya, akibat banjir yang menggenangi sejumlah lintasan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin mengatakan, berdasarkan evaluasi operasional terkini, pembatalan diberlakukan untuk keberangkatan Senin (19/1).
“Untuk keberangkatan hari ini, KAI Purwokerto kembali membatalkan perjalanan KA 181 Kamandaka, KA 194 Kamandaka, dan KA 197 Kamandaka relasi Semarang Tawang–Purwokerto/Cilacap pulang pergi,” kata As’ad kepada wartawan, Senin (19/1).
Menurut dia, pembatalan juga kembali diterapkan pada perjalanan KA 50F Purwojaya, KA 53F Purwojaya, KA 58F Purwojaya, dan KA 57F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap pulang pergi.
Selain pembatalan, KAI juga menerapkan rekayasa pola operasi berupa pengalihan rute memutar terhadap sejumlah kereta api jarak jauh yang melintas dan terhubung dengan wilayah KAI Purwokerto. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan dengan aman.
Kereta api dari arah Surabaya, Malang, dan Jember menuju Jakarta yang dialihkan melalui rute Semarang Tawang–Gundih–Solo Balapan–Purwokerto–Cirebon meliputi KA Argo Bromo Anggrek, Pandalungan, Brawijaya, Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang, Dharmawangsa Ekspres, Majapahit, dan Kertajaya.
Sementara itu, kereta api dari arah Jakarta menuju Surabaya, Malang, dan Jember dialihkan melalui rute Cirebon–Purwokerto–Solo Balapan–Gundih–Semarang Tawang.
Kereta yang terdampak antara lain KA Argo Bromo Anggrek, Pandalungan, Brawijaya, Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang, Dharmawangsa Ekspres, Majapahit, dan Kertajaya.
As’ad mengatakan, pembatalan perjalanan dan rekayasa pola operasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.
“Keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama KAI. Kami terus melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap kondisi jalur yang terdampak luapan air,” ujar dia.
Terkait rekayasa pola operasi, dia menambahkan KAI telah menyiapkan layanan service recovery bagi pelanggan yang terdampak sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pengguna jasa.
Selain itu, KAI Purwokerto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat cuaca ekstrem, khususnya yang berdampak pada pembatalan perjalanan KA Kamandaka dan KA Purwojaya.
Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurut As’ad, pengembalian bea tiket dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan melalui loket Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap, dan Kutoarjo, serta melalui Contact Center 121, termasuk layanan panggilan dan VOIP pada aplikasi Access by KAI.
“Seiring proses penanganan yang terus dilakukan, KAI berkomitmen menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat serta mengapresiasi kesabaran dan kerja sama pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” kata As’ad.
Sebelumnya, KAI Purwokerto juga telah membatalkan perjalanan KA Kamandaka dan KA Purwojaya pada Minggu (18/1) akibat banjir yang menggenangi sejumlah lintasan di wilayah KAI Semarang dan KAI Jakarta.






