RISKS.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Awas cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah DKI Jakarta pada Jumat (23/1/2026). Penetapan status tertinggi tersebut menyusul hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem yang mengguyur ibu kota sejak dini hari.

BMKG menyebut, hujan berkepanjangan menyebabkan banjir di sedikitnya 125 rukun tetangga (RT) serta melumpuhkan 14 ruas jalan utama di sejumlah wilayah Jakarta Utara, Barat, Timur, Selatan, dan Pusat.
BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem di Jakarta dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional dan global, salah satunya keberadaan bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia. Bibit siklon tersebut memicu peningkatan suplai massa udara lembap ke wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, sehingga mempercepat pertumbuhan awan hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan pengamatan BMKG, suhu udara di Jakarta berada pada kisaran 23–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan relatif mencapai 97 persen. Kondisi tersebut membuat atmosfer sangat jenuh uap air dan berpotensi menghasilkan hujan lebat dalam durasi panjang.
“Hujan dengan kategori sangat lebat hingga ekstrem berpotensi terjadi secara merata di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” demikian keterangan BMKG.
Selain hujan deras, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang yang dapat menimbulkan dampak lanjutan, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan nonpermanen, hingga robohnya papan reklame di kawasan jalan utama.
Sementara itu, kondisi Pintu Air Angke Hulu menjadi salah satu indikator krusial. Sejak pukul 00.00 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) di lokasi tersebut tercatat mencapai 390 sentimeter dan berstatus Siaga 1 (Bahaya).
Kenaikan TMA terjadi akibat akumulasi curah hujan tinggi di wilayah hulu dan tengah Daerah Aliran Sungai (DAS) Angke. Dengan status tersebut, warga di wilayah hilir, seperti Kembangan dan Cengkareng, diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi apabila kondisi memburuk.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan cuaca, mengingat bibit siklon tropis 91S masih berpotensi berkembang dan memengaruhi kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan.






