RISKS.ID – Angin kencang menerjang wilayah Kediri Raya, Jawa Timur, selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan warga karena hembusan angin terasa cukup kuat, terutama pada malam hingga dini hari.
Sejumlah warga mengaku waswas terhadap potensi bahaya, seperti pohon tumbang, atap rumah rusak, hingga gangguan aktivitas ekonomi. Kekhawatiran tersebut semakin meningkat karena informasi resmi dari pemerintah daerah setempat terkait kondisi cuaca dan potensi risikonya dinilai masih minim.
Mujiono, warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengatakan angin kencang di wilayahnya sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Dia khawatir kondisi tersebut dapat memicu kejadian yang membahayakan keselamatan warga.
“Di daerah sini banyak pohon besar. Jujur kami takut kalau ada yang roboh, apalagi anginnya sering kencang mendadak,” kata Mujiono, Sabtu (24/1/2026).
Menurut dia, hingga saat ini belum ada sosialisasi atau imbauan khusus dari pemerintah daerah mengenai langkah antisipasi yang perlu dilakukan warga apabila angin kencang terus berlanjut.
Kondisi serupa juga dirasakan Muslikatun, seorang pedagang di Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dia mengeluhkan kencangnya angin yang bertiup hampir sepanjang hari dan terasa semakin kuat pada malam hari.
“Anginnya kencang sekali, bahkan sampai dini hari masih bertiup. Rasanya cukup menakutkan, apalagi kalau dengar suara atap dan benda-benda bergoyang,” ujar Muslikatun.
Dia menambahkan, angin kencang tersebut tidak hanya menimbulkan rasa khawatir, tetapi juga mengganggu aktivitas berdagang, terutama bagi pedagang yang harus membuka lapak sejak pagi hari.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. BMKG menyebutkan, angin kencang dapat terjadi akibat dinamika atmosfer, seperti peralihan musim atau penguatan pola angin monsun.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang, antara lain pohon tumbang, baliho roboh, serta kerusakan bangunan ringan. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin bertiup kencang dan memastikan kondisi bangunan rumah tetap aman.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses agar masyarakat dapat lebih siap dan waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.






