Sopir Bus Harapan Jaya Jadi Tersangka Kecelakaan Beruntun di Perempatan Muning Kediri

kecelakaan bus harapan jaya
Kondisi bus Harapan Jaya yang terlibat kecelakaan. Foto: Istimewa/Grup WA

RISKS.ID — Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, menetapkan sopir bus Harapan Jaya berinisial TH (33) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah bus, satu mobil, dan sejumlah sepeda motor di Perempatan Muning, Lirboyo, Kecamaan Mojoroto, Kota Kediri.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi Tutud Yudho Prastyawan mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara dan menemukan unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil gelar perkara, TH telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini,” kata Tutud di Kediri, Selasa (27/1/2026).

Tutud menjelaskan, TH dinilai lalai saat mengemudi sehingga membahayakan pengguna jalan lain. Atas perbuatannya, TH dijerat Pasal 311 ayat (3) dan/atau Pasal 310 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp8 juta.

Meski telah berstatus tersangka, TH tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun. Namun, yang bersangkutan tetap berada dalam pengawasan kepolisian.

Lebih lanjut, Tutud mengungkapkan kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di Simpang Empat Muning, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (23/1/2026).

Peristiwa bermula saat bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7662 UT melaju dari arah barat ke timur dan hendak mendahului kendaraan di depannya.

Namun, karena kurang konsentrasi dan tidak dapat mengendalikan kemudi, bus tersebut menabrak bagian belakang sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di persimpangan karena lampu merah.

“Pada saat itu kondisi lampu lalu lintas menyala merah. Bus tetap melaju lurus dan kemudian oleng ke kanan hingga menabrak rumah yang berada di selatan jalan,” kata dia.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak enam kendaraan terdampak, terdiri dari satu mobil dan lima sepeda motor. Selain itu, terdapat 11 orang yang mengalami luka-luka.

Para korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Ratih, Kota Kediri, untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut Tutud, kondisi seluruh korban kini telah membaik.

“Saat ini luka-luka yang dialami korban tergolong ringan. Sudah kami pantau perkembangannya dan alhamdulillah sekarang semuanya dalam kondisi sehat,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *