Thomas Djiwandono Tegaskan Peran Komunikasi di BI Tak Kurangi Independensi

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Foto: Wikipedia

RISKS.ID — Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menegaskan bahwa peran yang akan ia jalankan di bank sentral lebih difokuskan pada penguatan komunikasi tanpa mengurangi independensi BI.

“Dari segi nilai tambah (Thomas di BI), menurut saya, justru yang merekat dari segi komunikasi,” kata Thomas kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bacaan Lainnya

Thomas menjelaskan, peran tersebut serupa dengan yang selama ini ia jalankan di Kementerian Keuangan. Pada awal penugasannya di Kemenkeu, ia turut membantu proses penyusunan anggaran pemerintahan untuk presiden berikutnya pada era Presiden Joko Widodo.

“Misalnya ada yang perlu diklarifikasi atau apa, di situlah peran saya selama di Kemenkeu. Saya rasa di BI juga akan seperti itu,” ujar Thomas.

Ia menekankan, peran komunikasi tersebut tidak akan mengganggu independensi bank sentral.

“Sekali lagi, tanpa mengurangi independensi,” katanya.

Thomas juga menggarisbawahi bahwa BI merupakan lembaga yang bergerak di bawah undang-undang yang ketat. Dalam konteks itu, ia melihat perannya sebagai jembatan komunikasi agar kebijakan pemerintah dan fiskal dapat lebih selaras dengan kebijakan moneter.

“Sama waktu itu dengan kementerian lain. Istilahnya, kerjaan horizontal lah, antar kementerian/lembaga (K/L). Bagaimana BI, jelas tidak seperti itu, karena dia lembaga independen. Tapi saya rasa, kira-kira seperti itu,” ujar Thomas.

Mantan Bendahara Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan, kehadirannya di BI tidak akan mengganggu independensi bank sentral. Ia menilai BI telah memiliki rambu-rambu yang sangat tegas, termasuk mekanisme pengambilan keputusan secara kolektif kolegial.

Dalam kesempatan yang sama, Thomas juga membantah adanya intervensi politik dalam proses pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI. Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya dari partai politik pada 31 Desember 2025 tidak berkaitan dengan persiapan menduduki jabatan di bank sentral.

Terkait persepsi publik mengenai latar belakang politik dan keluarganya, Thomas mengakui hal tersebut sebagai fakta yang tidak bisa dihindari. Meski demikian, ia berharap publik dapat menilai dirinya berdasarkan rekam jejak profesional.

“Bahwa latar belakang saya dulu sebagai politisi, atau bahkan kedekatan keluarga, itu fakta. Tapi, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya,” kata Thomas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *