RISKS.ID — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan mengganti jajaran direksi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) karena dinilai merugikan kepentingan negara.
Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan agar bank milik negara dapat bekerja lebih efektif dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
“Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara,” kata Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam kegiatan retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Sjafrie menilai, selama ini sejumlah bank negara maupun badan usaha milik negara (BUMN) belum memberikan keuntungan optimal bagi negara. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena sebagian jajaran direksi tidak bekerja secara maksimal, bahkan cenderung mengutamakan kepentingan pribadi.
Karena itu, pemerintah akan melakukan seleksi ketat dalam memilih jajaran direksi bank negara dan BUMN lainnya dengan mempertimbangkan kapasitas intelektual serta pengalaman praktis.
“Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi, tapi dia cinta tanah air,” ujar Sjafrie.
Dia menegaskan pemerintah tidak lagi merekrut sosok yang telah terlalu lama menduduki posisi strategis di lingkungan BUMN.
“Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol di BUMN,” kata dia.
Usai memberikan sambutan, Sjafrie kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mencari generasi baru direksi BUMN saat menjawab pertanyaan awak media.
“Pemerintah mencari generasi-generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel untuk kita beri tugas dan tanggung jawab untuk mengendalikan perahu perjuangan ekonomi kita,” ujar dia.
Meski demikian, Sjafrie belum memerinci skema seleksi maupun waktu pelaksanaan pergantian jajaran direksi tersebut.






