Fesyen dan Kriya Jadi Penyumbang Utama Ekonomi Kreatif, Ekspor Tembus 28,4 Miliar Dollar AS

produk fesyen
Ilustrasi. Foto: UKMINDONESIA

RISKS.ID — Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan subsektor fesyen dan kriya menjadi penyumbang utama perekonomian kreatif nasional dengan total nilai ekspor mencapai 28,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp476,3 triliun (kurs Rp16.780) sepanjang Januari–November 2025.

Teuku, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan subsektor fesyen mencatatkan nilai ekspor sebesar 16,37 miliar dollar AS atau sekitar Rp274,7 triliun. Sementara itu, subsektor kriya menyumbang ekspor sebesar 12,03 miliar dollar AS atau sekitar Rp201,9 triliun.

Bacaan Lainnya

“Angka ini menegaskan posisi strategis fesyen dan kriya sebagai motor penggerak perdagangan kreatif nasional,” ujar Teuku dalam pembukaan pameran kerajinan tangan Inacraft 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dia menambahkan, produk kriya tidak hanya menjadi bentuk ekspresi budaya, tetapi juga berperan penting sebagai penggerak perdagangan global sekaligus penambah nilai ekonomi nasional.

Selain itu, peran perempuan sebagai inovator dan wirausaha dinilai turut memperkuat kontribusi subsektor fesyen dan kriya dalam menopang ekonomi keluarga maupun daerah.

Teuku menyatakan, Bekraf melalui pendekatan Hexahelix berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas desain, mendorong inovasi produk, memperluas pemanfaatan teknologi digital, memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, serta membuka akses pasar nasional dan internasional.

Menurut dia, penyelenggaraan Inacraft 2026 yang merupakan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara menjadi momentum strategis untuk promosi, edukasi, kurasi, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem kriya nasional.

“Kami berharap Inacraft terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kriya Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, berorientasi pasar global, serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional,” kata dia.

Inacraft 2026 digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) selama empat hari, mulai Rabu (4/2) hingga Minggu (8/2).

Sementara itu, Asosiasi Eksportir dan Produsen Indonesia (Asephi) selaku penyelenggara menargetkan nilai transaksi ritel mencapai Rp102,5 miliar serta kontrak dagang sebesar 1,5 juta dollar AS.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *