RISKS.ID – Rute penerbangan Kediri–Jakarta yang dilayani maskapai Super Air Jet menunjukkan tren positif. Maskapai berbiaya rendah di bawah Lion Group itu berencana menambah frekuensi penerbangan dari semula tiga kali menjadi empat kali dalam sepekan.
Super Air Jet sebelumnya membuka penerbangan rute Kediri–Jakarta pada 10 November lalu. Saat ini, penerbangan dijadwalkan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Mulai Maret mendatang, frekuensi penerbangan akan ditambah pada hari Minggu, sehingga menjadi empat kali dalam sepekan.
Rencana penambahan jadwal tersebut telah tercantum di sejumlah platform pemesanan tiket daring, salah satunya Traveloka.
Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro membenarkan adanya penambahan jadwal penerbangan tersebut. “Iya, betul. Ada penambahan jadwal penerbangan,” kata Danang saat dikonfirmasi.
Meski demikian, Danang belum dapat memastikan kapan jadwal baru itu resmi diberlakukan. Dia juga belum mengungkap alasan spesifik penambahan frekuensi penerbangan, apakah didorong oleh tingginya minat penumpang, terutama pada akhir pekan, atau faktor lainnya.
“Nanti kami kabari lebih lanjut,” ujar Danang.
Pantauan hingga awal Februari menunjukkan jadwal penerbangan Super Air Jet masih tiga kali dalam sepekan. Namun, mulai 8 Maret, penerbangan pada hari Minggu sudah mulai dibuka di sistem pemesanan tiket dengan tarif Jakarta–Kediri sebesar Rp 969.000.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra melalui PSG Legal, Compliance and Stakeholder Relation Manager Farah Muthia Alfiani mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi terkait izin rute dari maskapai.
“Apabila ada pembaruan, akan kami sampaikan melalui rilis resmi,” kata Farah.
Di tengah sikap hati-hati otoritas bandara dan maskapai, akun media sosial Bandara Internasional Dhoho Kediri justru telah mempromosikan penambahan jadwal penerbangan tersebut. Unggahan di Instagram Bandara Dhoho itu mendapat sambutan positif dari puluhan warganet.
Sebagai informasi, penerbangan rute Kediri–Jakarta sebelumnya sempat dihentikan setelah Citilink menutup layanannya pada pertengahan Mei 2025. Enam bulan kemudian, rute tersebut kembali beroperasi melalui Super Air Jet.
Jika penambahan frekuensi penerbangan domestik mulai Maret terealisasi, aktivitas Bandara Internasional Dhoho Kediri diperkirakan akan semakin meningkat. Terlebih pada Juni mendatang, bandara tersebut dijadwalkan mulai melayani penerbangan umrah melalui maskapai Flyadeal.






