RISKS.ID – Ngadiluwih, Kabupaten Kediri kembali memiliki destinasi kuliner yang patut disambangi, khususnya bagi pencinta olahan daging kambing dan domba.
Restoran itu adalah Sate Gule Barokah, estoran yang berlokasi di Jalan Raya Ngadiluwih, tepatnya tak jauh dari Polsek Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Restoran ini menjadi cabang kedua setelah sebelumnya Sate Gule Barokah lebih dulu hadir di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri. Kehadiran cabang Ngadiluwih melengkapi jangkauan kuliner khas daging kambing dan domba di wilayah barat Kabupaten Kediri.

Dari sisi kenyamanan, Sate Gule Barokah Ngadiluwih menawarkan area parkir yang luas sehingga ramah bagi pengunjung yang datang bersama keluarga atau rombongan.
Begitu masuk pintu utama, pengunjung dapat menyaksikan proses pengolahan sate yang dilakukan chef berpengalaman. Di area dalam tempat makan, pengunjung disuguhkan ruangan yang cukup luas.
Fasilitas musala juga tersedia, menjadikan restoran ini cocok sebagai tempat singgah sekaligus bersantap saat perjalanan antarkota.
Pemilik Sate Gule Barokah, dr Taufan Hidayat mengatakan, dunia kuliner merupakan tantangan baru yang justru memberi kepuasan tersendiri baginya. Dokter yang juga dikenal sebagai pemilik RS Aura Shifa ini sebelumnya telah lebih dulu sukses sebagai dokter, peternak domba dan sapi.
“Bisnis kuliner ini tantangan yang menyenangkan. Setelah beternak domba dan sapi, saya ingin hasil ternak itu diolah sendiri menjadi makanan berkualitas yang bisa dinikmati masyarakat luas,” ujar Taufan.
Pengalaman panjang dalam beternak membuat Taufan memahami betul kualitas daging yang baik, mulai dari pemilihan ternak, pemotongan, hingga proses pengolahan. Hal itulah yang kemudian menjadi pembeda utama Sate Gule Barokah dibandingkan warung sate pada umumnya.
“Domba yang kami pilih tentu saja harus sehat. Ini yang terpenting. kemudian yang kedua, umur domba tidak lebih dari lima bulan. sehingga dagingnya sangat empuk, dan nikmat saat kita makan,” kata Taufan.
Dari sisi menu, Sate Gule Barokah menyajikan beragam olahan khas kambing dan domba. Menu andalannya antara lain sate kambing, sate ayam, gule, tengkleng, dan tongseng.

Pengunjung juga bisa memilih menu praktis seperti nasi campur (nasi dan gule) serta nasi komplet yang terdiri dari nasi, gule, dan sate.
Salah satu menu yang cukup menarik perhatian adalah gule kepala utuh, yang jarang ditemukan di banyak tempat. Selain itu, tersedia pula sate kambing tanpa lemak, yang menjadi pilihan favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati sate dengan rasa lebih ringan.
Untuk minuman, Sate Gule Barokah menyediakan pilihan sederhana namun lengkap, mulai dari es teh, teh hangat, es jeruk, jeruk hangat, hingga kopi.
Seluruh menu ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, menjadikannya ramah di kantong berbagai kalangan.
Soal cita rasa, Sate Gule Barokah mendapat banyak pujian dari pelanggan. Adi, seorang anggota Brimob Polda Jatim yang juga penggemar daging domba mengaku sengaja mampir karena penasaran dengan reputasi sate domba Barokah.
“Sate dombanya beda. Empuk dan sama sekali tidak prengus. Sambal kecapnya juga luar biasa, bikin rasa dagingnya makin sempurna,” kata Adi.
Pendapat serupa disampaikan Deon, warga Kota Kediri. Dia mengapresiasi teknik memasak daging domba yang dinilai tepat dan konsisten.
“Ini kematangannya sempurna. Dagingnya empuk, digigit tidak melawan,” ujar Deon sambil mengacungkan jempol.
Menurut Taufan, kunci utama kelezatan olahan daging domba dan kambing terletak pada kualitas bahan baku dan teknik pengolahan.
Proses marinasi, pemilihan bumbu, hingga pengaturan api saat pembakaran sate dilakukan dengan standar yang ketat agar menghasilkan tekstur empuk dan aroma yang bersih. Dan domba yang dipilih adalah dorper.
Dengan konsep tempat yang nyaman, menu yang variatif, serta rasa yang konsisten, Sate Gule Barokah perlahan menjadi salah satu rujukan kuliner olahan kambing dan domba di Kediri. Tak hanya bagi warga lokal, restoran ini juga mulai dilirik pelintas daerah yang melintasi jalur utama Ngadiluwih.
Bagi pencinta sate kambing dan gule yang mencari rasa autentik tanpa aroma prengus, Sate Gule Barokah di Ngadiluwih bisa menjadi pilihan tepat saat berkunjung ke Kediri. Enaknya poll..!!






