HSBC Indonesia Buka Akses Investasi Saham AS Berkapitalisasi Besar lewat Reksa Dana Syariah

HSBC
Kantor HSBC Indonesia. Foto: HSBC Indonesia

RISKS.ID — PT Bank HSBC Indonesia menghadirkan akses investasi pada saham perusahaan Amerika Serikat (AS) berkapitalisasi besar melalui produk reksa dana saham berbasis syariah. Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya minat nasabah kelas atas (affluent) di Indonesia dalam mendiversifikasi portofolio ke pasar saham global di tengah dinamika ekonomi saat ini.

International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, kebutuhan untuk memperluas eksposur investasi secara geografis kian mendesak bagi para investor.

Bacaan Lainnya

“Kami melihat adanya urgensi di kalangan investor untuk memperluas eksposur portofolio secara geografis,” kata Lanny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Melalui produk reksa dana saham syariah tersebut, Lanny menjelaskan bahwa nasabah tidak perlu lagi menghadapi kerumitan untuk membuka rekening investasi di luar negeri. Nasabah kini dapat mengakses saham perusahaan AS yang mendominasi pasar global secara lebih mudah melalui ekosistem perbankan HSBC Indonesia.

Adapun reksa dana saham syariah bertajuk Batavia US Franchise Sharia Equity USD ini dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) selaku manajer investasi. Produk tersebut bertujuan memberikan pertumbuhan modal jangka panjang dengan memanfaatkan momentum inovasi teknologi serta ketahanan ekonomi AS sebagai salah satu pusat finansial dunia.

Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi menyampaikan, pihaknya membidik perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan penetapan harga (pricing power) relatif tinggi serta neraca keuangan yang kokoh.

Pada tahun ini, BPAM memfokuskan investasi pada sektor yang memimpin revolusi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta perusahaan yang diuntungkan oleh tren reshoring atau kembalinya aktivitas manufaktur ke AS.

“Kami percaya kombinasi dari inovasi teknologi dan penguatan infrastruktur domestik AS akan menjadi motor utama imbal hasil jangka panjang bagi investor,” kata Lilis.

Nasabah HSBC Indonesia dapat mulai membangun portofolio global melalui produk ini dengan minimum penempatan awal sebesar 10.000 dollar AS. Seluruh transaksi dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang dengan panduan relationship manager maupun secara instan melalui aplikasi HSBC Indonesia Mobile Banking.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *