RISKS.ID – Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra berharap ExxonMobil dapat terus berkontribusi dalam upaya mencapai target lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Kontribusi tersebut dinilai penting untuk mendukung pencapaian target lifting migas yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Dengan pengalaman ExxonMobil yang berjalan selama 140 tahun dan sudah berinvestasi di Indonesia selama 125 tahun, ExxonMobil dapat terus berkontribusi mencapai target lifting migas APBN,” kata Hangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Pada Jumat (12/12), Hangga mengunjungi langsung lokasi operasi ExxonMobil di Bojonegoro, Jawa Timur. Kunjungan tersebut, menurut dia, sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian energi nasional serta percepatan hilirisasi.
Dia menekankan, isu utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah keterjangkauan harga energi bagi masyarakat. Di saat yang sama, pemerintah juga terus mendorong transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk pengembangan kendaraan listrik.
Hangga menjelaskan, agenda hilirisasi mencakup 26 komoditas strategis dan memerlukan koordinasi lintas sektor yang intensif, terutama untuk mempermudah proses perizinan serta memastikan dukungan regulasi yang kondusif.
Dia juga menegaskan pentingnya kunjungan langsung ke lapangan. Meskipun data dan laporan telah diterima di tingkat pusat, peninjauan lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kebijakan dan regulasi yang diterbitkan regulator selaras dengan realitas operasional yang dihadapi para kontraktor kontrak kerja sama (K3S).
Sementara itu, Vice President of Public and Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited, Dave Seta, mengatakan keunggulan kompetitif ExxonMobil terletak pada pemanfaatan teknologi. Di Lapangan Banyu Urip, penerapan teknologi canggih terbukti mampu melawan penurunan produksi alami atau natural decline rate.
Berkat inovasi tersebut, produksi Lapangan Banyu Urip mampu melampaui target APBN yang telah ditetapkan. Pada saat yang sama, ExxonMobil juga tengah melakukan transformasi bisnis guna meningkatkan efisiensi operasional.
Dari sisi sosial dan ekonomi, ExxonMobil turut memaparkan program sustainable community development di wilayah sekitar Bojonegoro dan Tuban yang berfokus pada tiga pilar utama. Salah satu program yang dijalankan adalah pembangunan 61 menara air bersih di desa-desa sekitar area operasi.
Program tersebut telah memberikan manfaat bagi puluhan ribu warga, sekaligus disertai dengan upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal agar mampu melakukan pemeliharaan fasilitas air bersih secara mandiri.






