Biaya Rekonstruksi Bencana Sumatera Diperkirakan Rp50–70 Triliun, PDB Nasional Berpotensi Turun 0,32 Persen

banjir bandang aceh selatan
Warga berjalan di dekat bangunan sekolah yang terdampak banjir bandang di Ladang Rimba, Kabupaten Aceh Selatan. Foto: BPBD Aceh Selatan

RISKS.ID – Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan biaya rekonstruksi penanganan bencana di Pulau Sumatera berada di kisaran Rp50–Rp70 triliun. Nilai tersebut berpeluang membengkak lantaran bencana melanda tiga provinsi sekaligus, yakni Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh.

“Kalau bencana, angkanya antara Rp50–Rp70 triliun untuk biaya rekonstruksi. Ini kemungkinan bisa lebih tinggi karena melibatkan tiga provinsi dan hingga kini hujan deras masih terus terjadi. Jadi, masih ada potensi masalah logistik,” kata David dalam agenda Bincang Bareng BCA – Proyeksi Ekonomi 2026 di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera pada kuartal III-2025 sebesar 4,9 persen. Di daerah terdampak bencana, pertumbuhan ekonomi Aceh tercatat 4,5 persen, Sumbar 3,4 persen, dan Sumut 4,6 persen.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sumatera pada kuartal I-2026 diperkirakan masih tertahan. Penyebabnya, banyak jalur logistik di tiga wilayah terdampak yang terputus sehingga produksi belum dapat berjalan optimal.

Namun, mulai kuartal II-2026, perekonomian diharapkan kembali terdorong seiring dimulainya proses rekonstruksi oleh pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, David juga menyampaikan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berpotensi turun hingga 0,32 persen akibat bencana di Sumatera, terutama dari sisi konsumsi.

Berdasarkan olahan dan data internal tim riset ekonomi BCA, dampak bencana alam tersebut menekan belanja masyarakat di Sumbar hingga 25,53 persen atau sekitar Rp3,8 triliun. Di Sumut, belanja masyarakat turun 22,31 persen atau Rp11,8 triliun, sementara di Aceh tergerus 23,92 persen atau Rp2,8 triliun.

Dengan asumsi penurunan belanja masyarakat berlanjut hingga Desember 2025 dan Aceh mengalami tren serupa, efek konsumsi pascabencana diperkirakan memangkas PDB nominal nasional sebesar 0,31 persen atau sekitar Rp18,58 triliun pada kuartal IV-2025.

“Penurunan PDB bisa terjadi akibat konsumsi yang menurun, produksi yang menurun, dan faktor lainnya,” ungkap Kepala Ekonom BCA tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *