RISKS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memastikan kesiapan infrastruktur digital menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Telkom menegaskan layanan telekomunikasi dan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia siap beroperasi secara andal dan prima.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, perseroan berkomitmen menjaga keandalan komunikasi masyarakat pada momen akhir tahun. Komitmen tersebut juga mencakup wilayah-wilayah yang terdampak bencana, khususnya di Sumatra.
“Kebutuhan layanan konektivitas digital yang cenderung meningkat tajam selama momen Natal dan tahun baru mendorong kami untuk senantiasa menghadirkan layanan yang prima dan mendukung setiap momen kebersamaan tanpa kendala yang signifikan,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/12).
Sebagai bagian dari langkah antisipatif, TelkomGroup mengoperasikan Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 yang berlokasi di Telkom Regional III. Posko tersebut difungsikan untuk memastikan proses pemulihan infrastruktur dan layanan digital di wilayah Sumatra berjalan optimal.
“Selama periode 19 Desember hingga 6 Januari 2026, kami melakukan monitoring secara berkala melalui 22 Posko Siaga NATARU 2025/2026 yang terdiri atas sembilan posko utama dan 13 posko anak perusahaan, dengan dukungan 13.700 personel yang bertugas secara bergantian selama 24 jam sehari,” ujar Dian.
Dalam mengantisipasi lonjakan aktivitas digital masyarakat, TelkomGroup melakukan penyiapan secara terintegrasi, baik dari sisi teknis jaringan maupun kesiapan personel operasional. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga selama periode Natal dan Tahun Baru.
Dian menjelaskan, perbaikan juga telah dilakukan pada sentral telepon otomat (STO) serta infrastruktur telekomunikasi lainnya, termasuk di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
“Hingga pertengahan Desember 2025, sebanyak 31 STO yang terdampak telah selesai diperbaiki dan kini beroperasi kembali secara normal 100 persen. Kami juga mempercepat pemulihan link backbone utama pada ruas Sibolga–Pematang Siantar–Padang Sidempuan,” kata Dian.
Sementara itu, pada sisi jaringan transmisi dan Sistem Komunikasi Kabel Serat Optik (SKSO), progres penanganan gangguan telah mencapai 90 persen.
Untuk menjamin kelancaran layanan, TelkomGroup menyiapkan infrastruktur dan IT tools yang beroperasi secara redundan. Infrastruktur tersebut didukung oleh 14 kabel laut domestik serta jalur trafik internasional.
Melalui dua gateway internasional di Batam dan Manado dengan total kapasitas mencapai 23,2 Tbps atau meningkat 12 persen secara tahunan (year on year), TelkomGroup memastikan keandalan jaringan tetap terjaga di tengah tingginya intensitas penggunaan selama periode Nataru.
Selain itu, penguatan jaringan akses turut dilakukan melalui optimalisasi lebih dari 4.000 BTS 5G Telkomsel yang tersebar di 56 kota di Indonesia guna mendukung kebutuhan konektivitas digital masyarakat.






