Mengenal Gunung Bulusaraung, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Milik Indonesia Air Transport

gunung bulusaraung
Penampakan Gunung Bulusaraung. Foto: Balai Taman Nasional Bulusaraung

RISKS.ID — Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan mendadak terkenal setelah menjadi lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) pada 17 Januari 2026.

Saat ini, Tim SAR gabungan baru menemukan serpihan besar badan dan ekor pesawat di lereng gunung, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Pangkep, Maros, dan Bone.

Bacaan Lainnya

Operasi pencarian korban dan black box masih difokuskan di kawasan pegunungan dengan medan terjal dan kondisi cuaca berkabut yang menyulitkan proses evakuasi.

Gunung Bulusaraung merupakan bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) di Sulawesi Selatan. Taman nasional ini mencakup gugusan pegunungan karst di Kabupaten Maros dan Pangkep yang dikenal memiliki lanskap unik, ratusan gua alam, serta keanekaragaman hayati tinggi.

TN Bantimurung-Bulusaraung ditetapkan sebagai taman nasional pada 2004 dan berperan penting sebagai koridor konservasi alam dan ekowisata di kawasan karst Maros-Pangkep, salah satu kawasan karst terbesar dan terindah di dunia.

Gunung Bulusaraung berada di kawasan karst Maros–Pangkep dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Karakteristik medan:

  • Lereng curam dengan kemiringan sekitar 45–75 derajat

  • Vegetasi hutan tropis basah

  • Sering diselimuti kabut tebal yang menyulitkan navigasi darat dan udara

Akses utama menuju gunung ini berada di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, yang selama ini menjadi basecamp resmi pendakian dan kini difungsikan sebagai posko SAR.

Daya Tarik dan Keunikan Gunung Bulusaraung

Di luar kondisi ekstremnya, Gunung Bulusaraung dikenal sebagai salah satu destinasi alam unggulan di Sulawesi Selatan.

Keunikan kawasan ini antara lain:

  • Lanskap menara karst dengan panorama pegunungan yang khas

  • Ratusan gua dengan ornamen alami, seperti stalaktit dan stalagmit, termasuk Gua Mimpi

  • Cagar Alam Bantimurung yang terkenal dengan air terjun dan gua-gua

  • Keanekaragaman hayati tinggi yang menjadi lokasi penelitian ilmiah

Kawasan ini juga masuk dalam usulan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia karena keistimewaan ekosistem karstnya. Sejak masa Hindia Belanda, wilayah ini telah mendapat perhatian sebagai monumen alam.

Dalam perkembangan operasi SAR, tim gabungan memutuskan memindahkan posko induk pencarian pesawat ATR 42-500.

Posko yang sebelumnya berada di Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, kini dipindahkan ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Pemindahan dilakukan karena lokasi jatuhnya pesawat lebih mudah diakses dari wilayah Pangkep. Jika ditempuh dari Maros, jarak yang harus dilalui mencapai sekitar 16 kilometer dengan medan berat berupa persawahan, sungai, dan hutan.

Sebaliknya, akses dari Desa Tompobulu dinilai lebih dekat dan memungkinkan mobilisasi personel serta logistik, meskipun medan tetap tergolong ekstrem.

Perbandingan Jarak Menuju Gunung Bulusaraung

Dari Leang-leang (Maros):

  • Leang-leang – Basecamp Tompobulu: sekitar 20–25 km (±40–50 menit kendaraan)

  • Basecamp – Puncak Bulusaraung: jalur pendakian ±3–4 km (2–3 jam jalan kaki)

Dari Desa Tompobulu (Pangkep):

  • Desa Tompobulu – Pos Registrasi: 2–3 km (±10 menit kendaraan)

  • Pos Registrasi – Puncak Bulusaraung: ±3 km (2–3 jam pendakian)

Desa Tompobulu merupakan basecamp resmi pendakian Gunung Bulusaraung. Dengan demikian, jarak dari desa ke jalur pendakian relatif sangat dekat dibandingkan akses dari wilayah Maros.

Aktivitas dan Pendakian

Dalam kondisi normal, kawasan Gunung Bulusaraung terbuka untuk aktivitas pendakian, penelusuran gua, dan wisata edukasi alam. Jalur pendakian menawarkan panorama karst yang khas, namun memiliki karakter menanjak dan terjal sehingga membutuhkan kesiapan fisik yang baik.

Saat ini, seluruh aktivitas wisata dan pendakian di kawasan tersebut dibatasi untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *