Warga Batam Diduga Terjangkit MERS-CoV usai Umrah, Dinkes Kepri: Bukan Super Flu

mers-cov

RISKS.ID — Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) menyampaikan seorang warga Batam yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit diduga terinfeksi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).

Kepala Dinkes Kepri Bisri mengatakan, hasil pemeriksaan awal dari dokter spesialis paru di Batam menunjukkan pasien berstatus suspek atau terduga MERS-CoV, bukan Super Flu seperti yang sempat diberitakan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Hasil pemeriksaan laboratorium oleh dokter spesialis paru di Batam menyatakan warga tersebut merupakan suspek MERS-CoV, bukan suspek Super Flu,” kata Bisri saat dihubungi di Tanjungpinang, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, MERS-CoV merupakan virus penyebab penyakit pernapasan serius yang banyak ditemukan di negara-negara Timur Tengah, terutama Arab Saudi.

Menurut Bisri, warga paruh baya tersebut diduga terpapar virus MERS-CoV setelah kembali dari perjalanan ibadah umrah di Arab Saudi.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan di Batam dengan gejala flu, sesak napas, nyeri, hingga mual,” ujarnya.

Dinkes Kepri telah mengambil sampel dari pasien terduga MERS-CoV tersebut untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta guna pemeriksaan lanjutan dan konfirmasi diagnosis.

Di sisi lain, Bisri mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan terkait isu Super Flu yang belakangan ramai diperbincangkan. Berdasarkan data Kemenkes, tercatat sebanyak 62 kasus Super Flu hingga Desember 2025.

“Masyarakat tetap tenang. Super Flu pada dasarnya mirip dengan flu biasa, hanya gejalanya sedikit lebih berat,” kata dia.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat beraktivitas atau berinteraksi jika sedang mengalami flu.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Bisri menambahkan, warga yang mengalami gejala flu berat disertai demam yang tidak turun selama tiga hari dan sesak napas agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Sampai saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Kami terus melakukan pemantauan secara aktif,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *