RISKS.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan kemudian ditemukan di kawasan Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam kondisi laik terbang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, berdasarkan data pengawasan serta hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan kelaikudaraan.
“Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan,” kata Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kesimpulan tersebut didukung oleh hasil pemeriksaan dan inspeksi yang dilakukan secara berkala. Ramp check terakhir terhadap pesawat itu dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.
Selain itu, inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) telah dilakukan pada 3 September 2025. Sementara inspeksi terakhir oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) dilaksanakan sesuai program perawatan Calendar Month 4,5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours pada 25 Desember 2025.
“Data tersebut menunjukkan pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Lukman.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat ATR 42-500 yang sempat dilaporkan hilang kontak ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian yang dilakukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Minggu (18/1) pagi.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan, badan pesawat ditemukan oleh tim SAR darat setelah sebelumnya tim udara melaporkan temuan serpihan saat melakukan penyisiran lokasi.
Menurut Edy, Kantor SAR Makassar menerima indikasi awal keberadaan pesawat sekitar pukul 07.17 Wita, ketika pesawat patroli udara melaporkan adanya serpihan berwarna putih di sekitar kawasan Bukit Bulusaraung. Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kembali oleh helikopter SAR.
Selanjutnya, pada pukul 08.02 Wita, tim SAR darat menemukan serpihan besar pesawat di sisi utara puncak bukit. Sekitar pukul 08.09 Wita, badan pesawat berhasil ditemukan untuk kemudian dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Edy menambahkan, proses evakuasi masih mempertimbangkan faktor cuaca, terutama kecepatan angin yang cukup tinggi serta kondisi berkabut. Sementara itu, helikopter SAR terus berupaya mencari titik aman untuk menurunkan tim SAR di lokasi terdekat dari posisi badan pesawat.






