Wamen KKP Pastikan Pendampingan Keluarga ASN Korban Kecelakaan Pesawat Indonesia Air Transport

korban atr 42-500
Petugas mengevakuasi korban pesawat ATR milik Indonesia Air Transport. Foto: Tangkapan layar Basarnas

RISKS.ID – Wakil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf memastikan pemerintah mengawal penuh pendampingan pemeriksaan sampel keluarga tiga aparatur sipil negara (ASN) KKP yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Didit menegaskan seluruh keluarga korban mendapatkan pendampingan tanpa terkecuali selama proses pemeriksaan hingga evakuasi korban.

Bacaan Lainnya

“Untuk pendampingan, tetap dilakukan. Tidak ada satu pun yang terlewat. Setiap orang, setiap keluarga didampingi semua,” ujar Didit di Greeters Meeters Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Selasa.

Didit meminta keluarga korban tidak khawatir karena pemerintah hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.

“Kita terus kawal dan pelaksanaan evakuasi tetap dilaksanakan,” kata dia.

Terkait pemeriksaan antemortem dan postmortem oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI), Didit menyampaikan seluruh keluarga korban dari KKP telah menjalani pengambilan sampel dan datanya telah lengkap.

“Keluarga korban dari KKP sudah lengkap diambil sampelnya oleh DVI dan semuanya kita kawal,” tuturnya.

Kedatangan Wamen KKP ke Makassar awalnya untuk meninjau Posko SAR AJU di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Namun, rencana tersebut diurungkan akibat cuaca buruk sehingga rombongan dialihkan ke Kantor Camat Balocci.

Dalam kunjungan tersebut, Didit didampingi Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho serta Staf Ahli Wamen KKP Bambang Naryono. Rombongan kemudian bergeser ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan bertemu keluarga korban untuk memberikan dukungan moril.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1). Pesawat tersebut dilaporkan jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Pesawat mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Ketiga penumpang diketahui merupakan ASN KKP, yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Sementara itu, tujuh kru pesawat terdiri dari pilot Captain Andi Dahananto, kopilot Muhammad Farhan Gunawan, serta kru kabin Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Hingga saat ini, tim SAR baru menemukan dua jenazah, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, serta serpihan pesawat dan barang pribadi korban di lokasi kejadian.

Untuk proses identifikasi, Tim DVI telah disiagakan di Kantor Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Jalan Kumala, Makassar. Namun, hingga kini jenazah korban belum tiba di lokasi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *