Menteri ESDM Minta Tambah Kuota BBM Bersubsidi untuk Papua dan Aceh

PERTALITE
Foto: Astra Daihatsu

RISKS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti solar dan Pertalite, khususnya untuk wilayah Papua.

“Saya minta sejak keluar dari sini, satu minggu ke depan, tambah itu yang PSO, dan tidak boleh ada kekurangan cadangan di Papua,” kata Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Bacaan Lainnya

BBM penugasan atau Public Service Obligation (PSO) merupakan mandat pemerintah kepada PT Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM dengan harga yang telah ditetapkan demi kepentingan publik. BBM PSO meliputi Pertalite dengan harga Rp 10.000 per liter dan biosolar Rp 6.800 per liter.

Selain Papua, Bahlil juga meminta BPH Migas menambah kuota BBM bersubsidi untuk Aceh. Menurut dia, pemerintah harus memastikan ketersediaan energi yang adil bagi seluruh wilayah Indonesia.

“Papua dan Aceh itu wilayah-wilayah yang sangat mencintai NKRI. Jadi sebagai aparat negara, kita harus mampu memberikan yang terbaik,” ujar Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil untuk merespons keluhan anggota Komisi XII DPR RI Cheroline Chrisye Makalew terkait antrean panjang pembelian BBM bersubsidi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Cheroline menjelaskan, pada November 2025, BPH Migas sempat mengabulkan permohonan penambahan kuota BBM bersubsidi dari 10 kiloliter (KL) menjadi 15 KL. Namun, penambahan kuota tersebut hanya berlaku selama dua pekan.

“Antrean panjang yang terjadi bertahun-tahun hanya terputus dua minggu. Setelah itu, antrean panjang kembali terjadi sampai hari ini,” kata Cheroline.

Oleh karena itu, dia meminta agar kuota BBM bersubsidi di Manokwari ditetapkan secara permanen sebesar 15 KL per hari. Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyalurkan BBM PSO.

“Di Manokwari saat ini hanya ada dua SPBU PSO. Kami minta ditambah menjadi tiga SPBU, kemudian kuota BBM-nya juga dinaikkan dari 10 KL menjadi 15 KL per hari,” ujar Cheroline.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *