RISKS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2025 mencapai 270,87 ribu ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat 21,23 ribu ton atau naik 8,5 persen dibandingkan produksi padi pada 2024 yang tercatat sebesar 249,64 ribu ton GKG.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kaltim Ariyanti Cahyaningsih mengatakan, jika dikonversi menjadi beras, produksi beras Kaltim pada 2025 mencapai 157,55 ribu ton. Jumlah tersebut bertambah 12,34 ribu ton atau meningkat 8,5 persen dibandingkan produksi beras pada 2024 yang sebesar 145,21 ribu ton.
“Jika dikonversi menjadi beras, maka produksi beras Kaltim pada 2025 mencapai 157,55 ribu ton,” kata Ariyanti di Samarinda, Selasa (3/2/2026).
Ariyanti menjelaskan, perhitungan produksi padi dilakukan dengan metode yang mengintegrasikan dua sistem pengumpulan data, yakni berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare.
Berdasarkan data BPS, luas panen padi di Kaltim pada 2025 mencapai 66,52 ribu hektare. Angka tersebut meningkat 3,48 ribu hektare atau naik 5,51 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang sebesar 63,04 ribu hektare.
Namun demikian, khusus luas panen pada subround III (September–Desember 2025) tercatat sekitar 22,18 ribu hektare atau mengalami penurunan sebesar 23,54 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
“Berdasarkan hasil pengamatan pada Desember 2025, potensi luas panen padi pada 2026 diperkirakan bertambah 4,98 ribu hektare atau meningkat 24,64 persen,” ujar dia.
Produksi padi Kaltim pada 2025 yang mencapai 270,87 ribu ton GKG tersebut berasal dari tiga subround. Pada subround I, produksi tercatat sebanyak 125,03 ribu ton GKG atau naik 39,76 persen dibandingkan subround yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, produksi pada subround II tercatat sebesar 48,72 ribu ton GKG atau meningkat 33,44 persen dibandingkan subround yang sama pada 2024. Adapun produksi pada subround III 2025 mencapai 97,12 ribu ton GKG, namun turun 21,47 persen dibandingkan subround III pada 2024.
Ariyanti juga menyebutkan, terdapat tiga daerah di Kaltim dengan kontribusi produksi padi tertinggi pada 2025, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penyumbang terbesar dengan produksi mencapai 110,87 ribu ton GKG pada 2025, meningkat dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 106,55 ribu ton GKG.
Selanjutnya, Kabupaten Paser menyumbang produksi padi sebesar 67,65 ribu ton GKG pada 2025, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 52,89 ribu ton GKG.
“Berikutnya Kabupaten Penajam Paser Utara dengan kontribusi 47,58 ribu ton GKG pada 2025, atau sedikit menurun dibandingkan 2024 yang tercatat 48,13 ribu ton GKG,” kata Ariyanti.






