RISKS.ID – Hyundai Motor Company dan Kata Kia Corporation secara resmi mengumumkan pengembangan ‘Vision Pulse,’ sebuah terobosan dalam teknologi keselamatan preventif.
Sistem ini memanfaatkan sinyal ultra-wideband (UWB) untuk memetakan lingkungan sekitar kendaraan secara real-time dengan akurasi tinggi, menjanjikan peningkatan signifikan dalam pencegahan kecelakaan.
Cara Kerja Vision Pulse: Komunikasi Antar-Perangkat
Inti dari Vision Pulse adalah modul UWB yang terpasang pada kendaraan. Modul ini memancarkan sinyal radio. Ketika ada perangkat lain—seperti kendaraan lain, sepeda, atau perangkat wearable seperti smartphone—yang juga dilengkapi modul UWB berada di sekitarnya, sistem akan mengukur waktu tempuh sinyal (time-of-flight) untuk menghitung posisi masing-masing objek secara tepat. Jika sistem mendeteksi potensi tabrakan, pengemudi akan mendapatkan peringatan dini.
Akurasi Tinggi, Biaya Efisien, dan Tangguh
Vision Pulse menjawab keterbatasan teknologi deteksi blind spot konvensional yang seringkali bergantung pada sensor tetap atau jaringan komunikasi yang lebih lambat. Dengan beroperasi pada pita frekuensi GHz, UWB menawarkan beberapa keunggulan krusial:
1. Akurasi Luar Biasa: Sistem ini mampu mendeteksi objek dengan margin of error hanya 10 cm dalam radius 100 meter, bahkan di kondisi perkotaan yang kompleks.
2. Kecepatan dan Ketangguhan: Latensi komunikasi yang sangat cepat, hanya 1–5 milidetik, memungkinkan respons real-time. Teknologi ini juga menjaga akurasi deteksi di atas 99% dalam cuaca buruk atau gelap, di mana kamera biasa terbatas.
3. Efisiensi Biaya: Dengan memanfaatkan modul UWB yang semakin umum terintegrasi di berbagai perangkat, Vision Pulse mengurangi ketergantungan pada sensor mahal seperti LiDAR, membuka potensi adopsi yang lebih luas.
Untuk menangani skenario lalu lintas dinamis, Hyundai dan Kia mengembangkan algoritma khusus yang mampu memprediksi lintasan beberapa objek yang bergerak cepat secara bersamaan.
Potensi Penerapan Luas
Kedua raksasa otomotif ini melihat potensi Vision Pulse melampaui kendaraan penumpang. Teknologi ini diyakini dapat diadaptasi untuk:
· Keselamatan Industri: Mencegah tabrakan antara forklift dan pekerja di gudang atau pabrik.
· Manajemen Logistik: Mengoptimalkan dan mengamankan pergerakan kendaraan otonom di area pelabuhan atau terminal.
· Penanggulangan Bencana: Membantu tim penyelamat mendeteksi korban yang tertimbun reruntuhan.
Uji Coba Menuju Realisasi
Hyundai dan Kia tidak hanya berhenti pada pengembangan konsep. Mereka telah memulai fase uji coba langsung di lingkungan industri:
1. Di Kia PBV Conversion Center di Hwaseong, Korea Selatan, teknologi ini diuji untuk mencegah kecelakaan antara forklift dan pekerja sejak 2025.
2. Melalui kerja sama dengan Otoritas Pelabuhan Busan, uji coba akan dilakukan untuk memvalidasi efektivitas sistem dalam mencegah tabrakan antara berbagai alat mobilitas industri dan pekerja di area pelabuhan.
Kampanye dan Visi ke Depan
Untuk memperkenalkan teknologi ini kepada publik, Hyundai dan Kia meluncurkan video kampanye bertajuk “Sight Beyond Seeing: The Technology That Sees the Unseen.” Video tersebut menyoroti aplikasi praktis Vision Pulse, salah satunya untuk keselamatan anak-anak dengan mengintegrasikannya pada bus sekolah dan gantungan kunci pintar berbentuk malaikat pelindung yang mudah dibawa.
Dengan menggabungkan akurasi tinggi, keandalan, dan potensi biaya yang terjangkau, teknologi berbasis UWB ini berpotensi menjadi standar baru dalam keamanan mobilitas masa depan, baik di jalan raya maupun di lingkungan industri.






