RISKS.ID — Senyum semringah terlihat dari wajah Rina Budi saat seporsi sate gule daging domba tersaji di hadapannya. Jumat (13/2/2026) pagi itu menjadi momen istimewa bagi warga Ngadiluwih tersebut.
Dia menjadi satu dari 10 orang pertama yang beruntung menikmati program “Jumat Berkah untuk 10 Orang” di Sate Gule Barokah, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Program yang baru pertama kali digelar itu langsung diserbu warga. Baru saja diumumkan, 10 paket makan gratis ludes dalam hitungan menit.
Rina mengaku mengetahui informasi tersebut dari status WhatsApp pemilik restoran, dr Taufan Hidayat.
“Dari status WhatsApp pak dokter. Begitu tahu, saya langsung ke sini. Apalagi saya penasaran dengan rasa sate gule restoran pak dokter yang terkenal ini. Dan rasanya memang top markotop,” kata Rina.
Hal serupa disampaikan Emilia Rahayu. Ibu dua anak ini menilai program Jumat Berkah menjadi cara sederhana namun bermakna untuk berbagi kebahagiaan.
“Banyak warga yang penasaran dengan daging domba olahan Sate Gule Barokah. Dengan program ini, maka akan banyak warga di sekitar Ngadiluwih yang ikut merasakan nikmatnya daging domba Sate Gule Barokah,” ujar dia.
Pemilik Sate Gule Barokah, dr Taufan Hidayat, mengatakan program Jumat Berkah merupakan bentuk berbagi dengan masyarakat sekitar restoran. Meski demikian, program tersebut terbuka untuk siapa saja, baik warga Ngadiluwih maupun dari luar daerah.
“Tidak ada syarat khusus, cukup datang ke sini. Siapa yang beruntung, dia akan mendapatkan makan sate gule daging domba secara gratis,” kata Taufan.

Dari Peternakan ke Meja Makan
Sate Gule Barokah berlokasi di Jalan Raya Ngadiluwih, tak jauh dari Polsek Ngadiluwih.
Restoran ini menjadi cabang kedua setelah sebelumnya hadir di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri.
Kehadiran cabang Ngadiluwih memperluas jangkauan kuliner khas daging kambing dan domba di wilayah barat bagian selatan Kabupaten Kediri.
Taufan mengaku dunia kuliner merupakan tantangan baru yang memberinya kepuasan tersendiri. Selain dikenal sebagai dokter dan pemilik RS Aura Shifa, dia juga telah lama menekuni usaha peternakan domba dan sapi.
“Bisnis kuliner ini tantangan yang menyenangkan. Setelah beternak domba dan sapi, saya ingin hasil ternak itu diolah sendiri menjadi makanan berkualitas yang bisa dinikmati masyarakat luas,” ujar dia.
Menurut Taufan, kualitas daging menjadi kunci utama. Domba yang dipilih harus sehat dan berusia tidak lebih dari lima bulan agar teksturnya empuk dan tidak prengus. Jenis domba yang digunakan adalah dorper.
Menu andalan Sate Gule Barokah antara lain sate kambing, sate ayam, gule, tengkleng, dan tongseng. Tersedia pula nasi campur serta nasi komplet. Salah satu menu unik yang menarik perhatian adalah gule kepala utuh, yang jarang ditemukan di tempat lain.
Melalui program Jumat Berkah, dia berharap restoran yang dirintisnya tak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang berbagi dan mempererat kebersamaan.
Dengan konsep nyaman, harga terjangkau, dan rasa yang konsisten, Sate Gule Barokah perlahan menjelma menjadi salah satu rujukan kuliner olahan kambing dan domba di Kediri. Dan Jumat pagi itu, 10 orang telah lebih dulu membuktikan—lezatnya memang “enak pol”.






