Bapanas Pacu SPHP Beras dan Jagung Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

beras sphp

RISKS.IDBadan Pangan Nasional (Bapanas) memacu penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung guna menjaga stabilitas harga, memperkuat pasokan, serta melindungi daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program intervensi pangan sesuai arahan Kepala Bapanas.

Bacaan Lainnya

“Kami di Bapanas, sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman sudah menyiapkan program intervensi pangan, utamanya untuk menjaga kestabilan pangan pokok strategis bagi masyarakat,” kata dia dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Dia menyampaikan, terdapat persetujuan anggaran belanja tambahan (ABT) untuk memacu program SPHP beras dan jagung pakan. Rencananya, kedua program tersebut akan dimulai pada Maret 2026, bertepatan dengan bulan puasa Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Di Maret (2026), SPHP beras kita lanjutkan kembali, tapi penyalurannya akan selektif karena harus mengutamakan daerah yang defisit dan tidak pada daerah yang sedang ada panen. Sampai akhir Februari ini, SPHP beras juga masih ada dengan anggaran tahun lalu,” ujar Maino.

Dia menjelaskan, anggaran pelaksanaan program SPHP beras 2026 telah dialokasikan sebesar Rp4,97 triliun. Dana tersebut setara dengan subsidi harga yang diberikan pemerintah untuk total beras SPHP sebanyak 828.000 ton yang dibeli masyarakat.

Sementara itu, anggaran program SPHP jagung pakan 2026 mencapai Rp678 miliar. Dengan alokasi tersebut, target penyaluran SPHP jagung pakan kepada peternak ditetapkan sebesar 242.000 ton.

“Tentu ini merupakan angin segar karena target SPHP jagung di tahun ini meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya,” kata dia.

Sebagai perbandingan, penyaluran SPHP jagung pada 2025 tercatat 51.200 ton yang menyasar 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi. Program ini dinilai membantu peternak layer mandiri memperoleh pakan dengan harga lebih terjangkau.

“Program ini dapat menjadi penopang kestabilan harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia,” ujar Maino.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stabilitas pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026 dapat tetap terjaga seperti periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya tanpa gejolak harga yang berarti.

Menurut dia, pengalaman pengendalian harga saat Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menjaga pasokan dan distribusi pangan, sehingga masyarakat tidak merasakan lonjakan harga selama hari besar keagamaan.

“Target pemerintah itu adalah konsumen, apalagi Idul Fitri dan Ramadan, masyarakat itu harus menikmati harga yang baik. Tidak boleh harga naik,” tegas dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *