Ini Profil Singkat Andi Merya Nur, Bupati Kolaka Timur yang di-OTT KPK

Andi Merya Nur
Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur. Foto: Kendari Pos

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur. Sang bupati, ditangkap bersama lima orang stafnya.

Dikutip dari mrvchanel, Andi Merya Nur adalah wanita pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dilantik menjadi bupati definitif pada Senin, 14 Februari 2014 silam.

Andi Merya dilantik menjadi bupati untuk periode sisa masa jabatan 2021-2024. Andi Merya menggantikan mendiang Samsul Bahri Majid.

Sejak terjun ke gelanggang politik pada 2009, karir Andi Merya terus menanjak. Dia dua periode terpilih sebagai anggota legislatif, dua kali terpilih sebagai wakil bupati dan kini resmi menjadi Bupati Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) periode 2020-2024.

Terlahir sebagai anak bungsu pada 23 Agustus 1984, anak kedua dari pasangan M Nur Patte dan Andi Aisyah ini bukan hanya tercatat sebagai perempuan pertama yang menjadi bupati definitif di Bumi Anoa. Ia juga menjadi bupati termuda di Sultra.

BACA JUGA:   Lapas Kelas I Tangerang Sediakan Crisis Center bagi Keluarga Korban

Andi Merya memulai kiprahnya di dunia politik pada 2009 sebagai kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sejak itu karir politiknya terus menanjak. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kolaka pada tahun yang sama.

Setahun kemudian alumni Universitas Muhamadiyah Kendari ini didapuk sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kolaka Timur. Pada 2014 ia kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kolaka.

Pada 2015 ia memutuskan berkontestasi pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kolaka Timur. Andi Merya menjadi pasangan Tony Herbiansyah. Hasilnya, Pasangan ini terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Timur.

Pada Pilkada 2020 Andi Merya kembali tampil. Kali ini ia memilih Samsul Bahri sebagai pasangannya. Konsekwensinya, ia harus meninggalkan Partai Nasdem. Pasalnya, calon petahana yang ia hadapi adalah Tony Herbiansyah yang nota bene merupakan ketua DPW Partai Nasdem Sultra.

Untuk memuluskan langkahnya, Andy Merya memilih berlabuh ke Partai Gerindra. Dewi Fortuna kembali berpihak padanya. Pasangan ini mengalahkan petahana.

BACA JUGA:   Putusan MK soal UU Cipta Kerja Dinilai Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Samsul Bahri dan Andi Merya berhasil meraih 38.409 suara. Unggul 52,6% suara atas Tony Herbiansyah yang kala itu menggandeng Baharuddin sebagai pasangannya.

Namun, duka menaungi pasangan Samsul Bahri dan Andi Merya. Sekaligus duka bagi Kolaka Timur. Belum genap sebulan pasangan bupati dan wakil bupati ini secara resmi menjalankan roda pemerintahan Koltim, Samsul Bahri menghadap keharibaan sang pencipta. Samsul Bahri Majid meninggal dunia.

Untuk menghindari kekosongan pemerintahan di Kabupaten Kolaka Timur, Wakil Bupati Andi Merya ditunjuk sebagai Plt Bupati Koltim hingga ditetapkannya bupati defintif.

Selanjutnya, Andi Merya ditetapkan sebagai bupati definitif hasil pilkada Desember 2020 berdasarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri tentang perubahan ke 3 Nomor 131.74-74-265 Tahun 2021 Tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Prosesi pelantikan Andi Merya sebagai Bupati Koltim dipimpin Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi. Prosesi pelantikan berlangsung di rumah jabatan Gubernur Sultra, Senin, 14 Juni 2021.

BACA JUGA:   OTT Bupati Kolaka Timur Diduga Terkait Proyek Kebencanaan

“Selamat buat ibu Bupati Kolaka Timur, Andi Merya, semoga dapat menjadi pemimpin yang amanah dan senantiasa menjalankan tugasnya sebagai seorang Kepala daerah yang mengayomi rakyat,” Kata Ali Mazi saat pelantikan.

Usai dilantik, Andi Merya menyatakan akan menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Kolaka Timur dengan tetap perpedoman pada visi yang diusungnya bersama almarhum Samsul Bahri Majid. Visi tersebut yakni menjadikan Kolaka Timur sejahtera bersama masyarakat Kolaka Timur yang agamis, maju, mandiri dan berkeadilan.

“Saya berjanji akan menuntaskan visi yang dibangun bersama saudara saya almarhum Samsul Bahri,” tegas Merya.

Terkait dengan posisi jabatan wakil bupati yang kini kosong, Merya mengutarakan dukungannya agar posisi tersebut diisi istri almarhum Samsul Bahri, Diana Samsul Bahri. (*)