Joe Biden Lontarkan Insya Allah saat Trump Menjawab Pertanyaan soal Penggelapan Pajak

President Donald Trump (kiri) dan Joe Biden mendengarkan pertanyaan moderator Chris Wallace dari Fox News saat debat pertama pemilihan preiden AS. (AP Photo/Patrick Semansky)

WASHINGTON – Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden sempat melontarkan ‘Insya Allah’ saat debat perdana pilpres pada Selasa malam (29/9) waktu setempat.

Seperti dikutip dari CNN, Joe Biden terdengar melontarkan kalimat itu untuk merespons jawaban capres petahana Donald Trump soal skandal pajak.

Trump dicecar moderator debat Chris Wallace mengenai laporan New York Times yang menyebut dia tidak membayar pajak penghasilan selama 10 tahun.

Saat itu Trump membela diri dengan jujur. Ia mengaku tak mau membayar pajak. “Saya tidak mau membayar pajak,” jawab Trump.

Namun di sisi lain, dia juga bersikeras menyatakan telah membayar jutaan dolar pajak, membantah laporan Times yang menyebut dia hanya membayar USD 750 atau Rp 11 juta pajak penghasilan pada 2016 dan 2017.

Saat diminta untuk menjawab berapa besar pajak yang dibayarkan pada 2016-2017, Trump tak memberi angka pasti dan hanya menyebut “jutaan miliar dolar.”

BACA JUGA:   Rusuh di AS Sudah Telan 13 Nyawa, 10 Ribu Orang Ditangkap

Biden kemudian menimpali jawaban Trump. “Kapan? Insya Allah?”. Ucapan Biden itu langsung memicu perdebatan di media sosial, khususnya Twitter.

Dalam kehidupan Muslim sehari-hari, “Insya Allah” diucapkan setiap kali berjanji akan melakukan sesuatu.

Secara harfiah, “Insya allah” terdiri dari tiga kata Arab (In sha ‘Allah) yang diterjemahkan menjadi “jika Allah menghendakinya”. Secara spiritual itu melambangkan ketundukan pada kehendak Allah.

“Ya, Joe Biden mengatakan ‘Insya Allah’ selama debat # Debates2020,” cuit pengacara Muslim sekaligus penulis opini untuk New York Times, Wajahat Ali.

“Mengatakan Insya Allah tidak membuat Anda menjadi Muslim.”

Jadi, ketika Biden melontarkan ‘Insya Allah’ untuk merespons Trump, lebih karena alasan waktu yang tidak jelas kapan dia akan membayar pajak yang telah lama dijanjikan.

Awal pekan ini, The New York Times melaporkan bahwa Trump tidak membayar pajak penghasilan federal dalam 10 dari 15 tahun mulai tahun 2000.

BACA JUGA:   Inggris Menuju Resesi Menyusul Keterpurukan Ekonomi akibat COVID-19

Trump dilaporkan mengemplang pajak karena dia kehilangan banyak uang.

Debat perdana itu berlangsung sengit. Hinaan dan interupsi Trump mengacaukan jalannya debat dan membuat moderator kewalahan. (yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here