Karena Pandemi Covid-19, Penjualan Daihatsu Anjlok Selama April 2020

Karena Pandemi Covid-19, Penjualan Daihatsu Anjlok Selama April 2020. Foto: Motoris

JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang mewabah secara global termasuk di Indonesia, serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk meminimalisir penyebaran virus membuat penjualan mobil, khususnya Daihatsu mendapat tantangan yang tidak mudah.

Pabrikan merek Jepang ini hanya mampu membukukan penjualan ritel 5.160 unit pada April lalu. Ini artinya volume mengalami penurunan lebih dari 50 persen bila dibandingkan Maret 2020.

Angka penjualan ritel April didapat dari total penjualan ritel periode Januari-April 2020 sebanyak 44.346 unit yang dikurangi total penjualan per Maret yaitu 39.186 unit.

Meskipun mengalami penurunan secara volume pada pasar otomotif Nasional, penjualan Daihatsu selama empat bulan mengalami kenaikan secara market share (pangsa pasar).

Secara total penjualan 4 bulanan (Januari – April) mempunyai kenaikan pangsa pasar menjadi 18,2% dari volume retail sales nasional 243.634 unit. Sedangkan whole sales, Daihatsu catat sebanyak 49.443 unit dengan pangsa pasar naik menjadi 20,2% dari volume whole sales nasional 244.762 unit.

BACA JUGA:   Lombardi Hadirkan Mobil Anti COVID-19

“Kami prihatin dengan kondisi pasar yang saat ini mengalami penurunan secara drastis akibat wabah Covid-19. Kami berharap kondisi ekonomi Indonesia ini dapat segera pulih dan pasar otomotif dapat bangkit dan berkembang kembali,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Sigra masih tetap mendominasi dengan raihan 12.868 unit, berkontribusi sebesar 29%, lalu diikuti oleh Gran Max (PU) 8.805 unit (19,9%), dan Terios 7.131 unit (16,1%).

Selanjutnya, Ayla menyusul dengan angka mencapai 5.332 unit (12,0%), Xenia 5.092 unit (11,5%), dan Gran Max (MB) 3.911 unit (8,8%). Untuk model Daihatsu lainnya, yakni Luxio dan Sirion, mencapai 1.207 unit (2,7%).

Sampai dengan saat ini, Daihatsu terus menerapkan peraturan pemerintah tentang PSBB dengan menghentikan produksi sementara di pabrik. Dalam hal pelayanan, outlet dan bengkel resmi di Jakarta dan wilayah yang menerapkan PSBB juga memberhentikan sementara operasionalnya. (gan/jp).

BACA JUGA:   Tahun 2035, California Bebas Mobil Bensin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here