OTT Bupati Kolaka Timur Diduga Terkait Proyek Kebencanaan

Andi Merya Nur
Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur. Foto: Fajar

KENDARI– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kolaka Timur Sulawesi Tenggara Andi Merya Nur. Selain Andi, KPK dikabarkan juga menangkap Kepala BPBD Kolaka Timur Ir. Anzarullah, bersama dua ajudan dan dua sekretaris pribadi (Sespri).

Mereka terciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (19/9) pukul 21.00 WITA di Kolaka Timur.

Dilansir situs Fajar.co.id, OTT ini diduga terkait proyek Dana Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR) pascabencana lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp 20 miliar.

Kepastian proyek itu sendiri baru saja diterima pada Sabtu (11/9/2021) saat Andi Merya bersama Kepala BPBD berkunjung ke kantor BNPB. Saat itu mereka bertemu Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito.

Awalnya, anggaran pusat itu sejatinya digunakan untuk memaksimalkan penanganan dan penanggulangi setiap bencana yang terjadi, maupun penanganan sebelum bencana.

Bantuan ini meliputi pembiayaan untuk pengurusan kebencanaan daerah, kondisi peralatan pertolongan yang sudah tidak baik karena usia barang tersebut, dan berkenaan strategi perencanaan kebencanaan kedaruratan dan pasca bencana pada rehabiltasi dan rekonstruksi.

BACA JUGA:   Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Segera Disidang

Nah, dalam OTT ini disita uang sekira Rp 436 juta. Rinciannya, dari sebuah mobil disita sekira Rp 400 juta, dan sekira Rp 36 juta disita di sebuah kamar kost Kepala BPBD Koltim.

“Uang itu disita dari sebuah mobil sebanyak 400 juta dan sisanya di rumah kost yang ditempati Kepala BPBD Koltim” ungkap sumber yang tak mau disebutkan namanya kepada Fajar.co.id.

Setelah menangkap Kepala BPBD Koltim. Tim KPK lalu menuju ke Rujab Bupati Koltim, Andi Merya Nur yang berada di rujab kemudian dibawa ke Polda Sultra untuk dilakukan pemeriksaan. (*)

Sumber: fajar