PT PP Catat Kontrak Baru Senilai Rp 11,24 Triliun

JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil meraih kontrak baru sampai dengan Agustus sebesar Rp11,24 triliun. Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri atas kontrak baru induk usaha sebesar 84 persen dan anak usaha sebesar 16 persen.

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengatakan kontrak baru dari BUMN mendominasi sebesar 46 persen, disusul oleh pemerintah sebesar 32 persen dan swasta sebesar 22 persen.

Sementara perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu sektor gedung sebesar 32 persen, migas sebesar 24 persen, jalan dan jembatan sebesar 16 persen, irigasi sebesar 15 persen, power plant sebesar 9 persen, industri sebesar 3 persen, dan lain-lain sebesar 2 persen.

“Kami optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai. Hal tersebut terlihat dari bermunculannya proyek-proyek baru yang diraih oleh perseroan di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Novel, dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

BACA JUGA:   Kemenhub Minta Protokol Kesehatan Bandara Lebih Siap

Sebelumnya, PT PP juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan proyek Jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26 kilometer (km). Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peresmian pengoperasian Jalan Tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara pada Selasa (29/9) lalu.

Peresmian pengoperasian tersebut dilakukan secara virtual dari Istana Negara di Bogor, Jawa Barat, didampingi Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan Menteri BUMN Erick Thohir. Sementara acara peresmian Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu dipusatkan di Gerbang Tol Manado diwakili Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono yang turut hadir secara langsung di lokasi peresmian proyek mewakili pemerintah.

Jalan Tol Manado-Bitung merupakan jalan tol pertama yang dimiliki Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado. Proyek pembangunan jalan tol ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 3,16 triliun untuk pekerjaan seksi II.

Jalan tol ini dimiliki PT Jasamarga Manado Bitung di mana susunan kepemilikannya terdiri atas PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 65 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 20 persen, dan PT PP sebesar 15 persen. (yud/sindo)

BACA JUGA:   Soal PHK Pilot, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here