Sejarah Bani Israil sebelum Kelahiran Isa Al-Masih

SEJARAH panjang bangsa Israil dimulai dalam kurun waktu 4.000 tahun yang lalu. Hal ini diceritakan oleh Nurhidayat dalam tesisnya “Kisah Nabi Isa dalam Alquran (Suatu Kajian Sejarah)” Program Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar 2017.

Sejarah Bani Israil (orang Yahudi) menggambarkan sejarah bangsa yang mengklaim akidah mereka sebagai akidah paling benar dan termulia. Atas dasar ini mereka mencela dan menyerang dengan terang-terangan sejarah bangsa lain sekaligus meremehkan kesucian agama lain.

Mereka juga meremehkan tokoh-tokoh pahlawan atau orang terkemuka di dunia yang bukan keturunan mereka. Hal inilah yang memperpanjang konflik antara Israel dengan negara-negara Arab atau Palestina sekarang ini.

Dari berbagai literatur sejarah, Nurhidayat mengemukakan bahwa bangsa Israil dimulai dalam kurun waktu 4.000 tahun lalu. Ketika itu hiduplah sebuah keluarga Terah di Kota Ur di tanah Khaldea. Mereka menyembah matahari dan berhala. Terah yang disebut juga Azar (ayah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam) dikenal sebagai tukang pembuat patung dan memperdagangkannya.

Semua putra-putrinya membantu usaha orang tuanya. Nabi Ibrahim mengajarkan dan mengajak orang tuanya untuk menyembah Allah Ta’ala. Sikapnya bertentangan dengan kebiasaan ayah dan sukunya. -Raja Namrud yang saat itu berkuasa berusaha membakar Nabi Ibrahim lantaran menentang penyembahan berhala, namun tidak berhasil.

Setelah itu Nabi Ibrahim mulai mengembara dan inilah awal mula salah seorang Bani Israel. Hal ini termaktub dalam Kitab Perjanjian Lama yaitu Ibrahim (Abraham) pergi ku Ur ke Kanaan atas perintah Tuhan.

Hal ini sejalan dengan Alquran Surah As-Saffat Ayat 99, Allah berfirman: “Dan Ibrahim berkata: ‘Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.

Kan’an adalah tempat lahir putra Ibrahim yakni Ismail dan Ishak. Ismail kemudian menjadi nenek moyang bangsa Arab– Nabi Muhammad SAW lahir dari keturunan Ismail–, sedangkan Ishak bapak Ya’qub menjadi nenek moyang bangsa Yahudi. Selanjutnya keturunan Ismail mendiami padang belantara (Hijaz), sedangkan Ishak mendiami Mesir yang diawali oleh Yusuf, sebagaimana dalam Kitab Kejadian 39:1.

BACA JUGA:   Frederic Kanoute dan Perilaku Islaminya di Lapangan Hijau

Bani Israil adalah sebutan untuk keturunan Ya’qub. Nabi Ya’qub memiliki 12 putra yaitu, Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda (Yahuda), Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. Keturunan mereka kemudian menjadi 12 suku dalam Bani Israil. Keturunan Yusuf dibagi menjadi dua yaitu Suku Manasye yang merupakan keturunan putra sulung Yusuf dan suku Efraim yang merupakan keturunan putra kedua Yusuf. Istilah bahasa Indonesia “Yahudi” berasal dan merujuk pada putra Nabi Ya’kub bernama Yehuda.

Mereka tinggal menetap di sana selama 400 tahun, hingga kelahiran Nabi Musa ‘alaihissalam yang nanti memimpin Bani Israil keluar dari Mesir seperti yang dikisahkan dalam Kitab Keluaran (exodus).

Bani Israil Pada Masa Nabi Musa (1350-1250 SM)
Menurut para sejarawan, pada zaman Nabi Yusuf yang memerintah di Mesir ialah bangsa Hyksos, yakni salah satu suku Semit. Menjelang lahirnya Nabi Musa, Hyksos beserta dengan bangsa Israel dikalahkan oleh Raja Ramses 1 dari suku lain memerintahkan semua anak laki-laki yang lahir harus dibunuh. Tetapi Nabi Musa lahir pada saat itu justru dipelihara oleh Fir’aun (Ramses 1).

Nabi Musa adalah putra Imran yang terkecil, sedangkan dua kakaknya yakni Harun dan Maryam dua tahun lebih muda dibandingkan Nabi Musa. Nabi Harun diangkat oleh Allah untuk mendampingi Nabi Musa berdakwah. Allah mengangkatnya sebagai Rasul dan Nabi bagi bangsa Yahudi dan ditugaskan mengajak Fir’aun agar menyembah Allah.

Ajakan itu ditolak oleh Fir’aun dan mencegahnya untuk keluar dari Mesir. Barulah ketika Allah memberikan bencana kepada Fir’aun maka Fir’aun mengizinkan untuk keluar dari Mesir lalu mereka mengejar Bani Israil sehingga Allah membebaskan Bani Israil dan menenggelamkan Raja Fir’aun. Hal inilah yang dijadikan orang Yahudi sebagai peringatan hari Paskah.

Selesai upacara Paskah, mereka berangkat dari Mesir menuju Bukit Sinai. Di sinilah Bani Israil menderita kelaparan sehingga Allah memerintahkan untuk memukul tongkat Nabi Musa agar keluar air. Di tempat tersebut, Nabi Musa mendapatkan wahyu sehingga menerima perjanjian dengan Allah yang disebut “Sepuluh Amar Allah”.

BACA JUGA:   Kewajiban Istri Menurut Syariat Islam

Selama 40 tahun mereka mengembara di Bukit Sinai sebelum mereka diijinkan memasuki negeri yang dijanjikan Allah, Kan’an. Sebelum menduduki Kan’an, Nabi Musa wafat beserta Nabi Harun.

Bangsa Israil Setelah Nabi Musa
Nabi Yusya bin Nun menggantikan Nabi Musa memimpin bangsa Israil (1280- 1200 SM) dan menduduki Kan’an setelah lama dijanjikan Allah. Selama hampir 500 tahun ditingalkan oleh keluarga Nabi Ya’kub. setelah menduduki Kan’an, mereka lupa perjanjiannya dengan Allah. Mereka membaurkan diri dengan adat istiadat Kan’an dengan kekafiran. Di antara penyelewengan mereka adalah penyembahan terhadap sapi emas.

Bangsa Israil kembali jaya tatkala dipimpin oleh Raja Talut (Kristen menyebutnya Saul) 1042-1012 SM; Nabi Daud (Kristen menyebutnya David) 1012-972 SM; dan Nabi Sulaiman (Kristen menyebutnya Solomon) 972-932 SM. Ketiga raja itu adalah tokoh kerajaan Bani Israil. Untuk mengetahui kisahnya lihat QS Al-Baqarah Ayat 246-51, dan QS An-Nahl Ayat 15-44.

Nabi Daud berjasa dalam meletakkan agama sebagai dasar negara seperti yang telah dirintis oleh syariat Nabi Musa. Sedangkan Nabi Sulaiman menyempurnakan cita-cita ayahnya mendirikan masjid untuk Bangsa Israil di Baitul Maqdis, walaupun telah direncanakan pada masa Daud. Di dalamnya tersimpan 10 Amar Allah.

Baitul Maqdis dibangun di atas bukit Moria (Sion), di bagian utara Kota Yerussalem. Akan tetapi tatkala Yerussalem diduduki oleh Nebukadnezar (Raja Babilon) tahun 606 SM. Baitul Maqdis dibakar dan dibawa peralatannya ke Babilon, mereka membangun kembali Baitul Maqdis. Alat peribadatan yang dirampas oleh Raja Babilon dikembalikan oleh Cyrus. Pada masa Raja Herodes tahun 20 SM diperbesar, tetapi 90 tahun kemudian (70 M) dimusnahkan oleh bangsa Romawi.

Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Ada beberapa kitab yang dianggap suci agama Yahudi yakni Taurat, Talmud, Septuaginta dan Pentateuch. Akan tetapi, intinya adalah Kitab Taurat dinamakan Perjanjian Lama atau yang biasa disebut Tanakh. Sedangkan kitab suci agama agama Kristen (Nasrani) adalah Perjanjian Lama ditambah dengan Perjanjian Baru atau biasa disebut Bible atau al-Kitab. Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi berisi ajaran agama yang bersifat lisan. Lebih jelasnya lagi Talmud adalah ideologi yang menafsirkan dan menjelaskan semua pengetahuan, ajaran, undang-undang, moral dan budaya Bangsa Israel.

BACA JUGA:   Stop Mengeluh jika Punya Istri Galak, Ini Nasihat Gus Baha

Sulaiman bin Daud adalah seorang Nabi sekaligus raja terakhir bagi Bangsa Israel. Beliau diganti oleh putranya Rabeam, yang melanjutkan tahta kekuasaan ayahnya selama masa fatrah (masa di antara dua orang Nabi) yang kurang lebih tujuh belas tahun. Setelah Rabeam wafat, Bangsa Israel terpecah-pecah hingga mendekati kemusnahan akibat kekuatan intern dan faktor eksterm berupa penyerangan tanah Palestina dan daerah sekitarnya.

Orang Yahudi sebelumnya beribadah di Bait Allah (Rumah Suci). Setelah Bait Suci hancur, orang Yahudi membangun Sinagoge sebagai tempat ibadah mereka. Tokoh-tokoh berpengaruh bagi orang Yahudi adalah Musa, Abraham, Ya’kub dan Daud. Yang menjadi tokoh sentral bagi mereka adalah Musa.

Begitulah sejarah singkat bangsa Israel sebelum kelahiran Nabi Isa. Pada masa kelahiran Nabi Isa, Roma menyerang Mantiqah hingga Mantiqah dan Palestina tunduk di bawah kekuasaan Raja Herodes dan yang menjadi hakimnya pada masa itu adalah Pilatus al-Nabthi.

Bagi orang Kristen, tokoh sentralnya-ialah Yesus Kristus (Isa Al-Masih). Orang Kristen menjadikan gereja sebagai rumah ibadah mereka. Mereka beribadah pada hari Minggu karena menganggap Yesus Kristus bangkit dari kematian pada hari Minggu.

Demikian ulasan sejarah Bani Israil semoga dapat menambah khazanah keilmuan kita. Berikutnya nanti akan kita ulas kondisi Bani Israel pada saat kelahiran Nabi Isa ‘alaihissalam.

Wallahu A’lam

Sumber: Sindonews.com
Kitab Muqarramatu al-Adyan al-Yahudiyah karya Ahmad Syalabi
Buku Sejarah Agama-Agama karya Mujahid Abdul Manaf
Buku Ilmu Perbandingan Agama karya Hasbullah Bakry
Buku Nabi Isa karya Hilmy Ali Sya’ban
Buku Konspirasi Penyaliban Nabi Isa karya Syarif bin Hamzah al-Jazairi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here