Target 2024 0 Persen Kemiskinan Ekstrem di Desa, Ini Strategi Mendes PDTT

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. Foto: Instagram Kemendes PDTT

JAKARTA – Untuk mewujudkan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2024, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar telah menyiapkan beberapa langkah yang terarah dan terukur.

Adapun strategi penanganan warga miskin ekstrem dilakukan, yakni pertama, memupus kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen dilakukan pada level desa berbasis data mikro (bottom up).

Cara kedua, subyek penanganan warga merujuk satu nama satu alamat (by name by address), tindakannya melalui pendekatan sensus, sehingga dapat menyasar kepada seluruh warga (no one left behind).

“Nah, strategi ketiga adalah penuntasan kemiskinan ekstrem pada level desa dilaksanakan dengan cara sekali selesai dalam batas waktu yang ditentukan,” ujar Abdul Halim dalam video daring ”Memupus Kemiskinan Ekstrem di Desa”, Rabu (6/10/2021).

Di sisi lain, lanjut Abdul Halim Iskandar, diperlukan konsolidasi pihak terkait, desa dan pemerintah daerah (pemda). Dengan demikian, target nol persen kemiskinan ekstrem 2024 di desa akan tercapai.

BACA JUGA:   Pemerintah Geliatkan UMK Melalui Perseroan Perorangan

Tahapan yang dilakukan, yakni pemetaan awal, peta warga miskin ekstrem per kabupaten, penyusunan rencana anggaran dan PIC, konsolidasi data dan lapangan, rencana aksi, implementasi, dan monitoring keberlanjutan.

“Dalam hal ini (monitoring keberlanjutan) memastikan tidak lagi ada warga miskin di desa yang sudah dinyatakan sebagai ”Desa Tanpa Kemiskinan Ekstrem.” tuturnya.

Ditargetkan 8.264 desa di 35 kabupaten mulai bergerak akhir tahun 2021, dan berhasil lepas dari kemiskinan ekstrem pada pertengahan 2022. Pada akhir 2022 sebanyak 29.632 desa di 138 kab/kota terentaskan dari kemiskinan ekstrem, kemudian pada 2023 di 37.523 desa di 261 kab/kota. (din)