RISKS.ID – Produsen kendaraan listrik VinFast menegaskan bakal memfokuskan strategi bisnisnya pada penguatan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sepanjang tahun depan.
Fokus tersebut tidak hanya mencakup produk dan harga, tetapi juga pengembangan infrastruktur pengisian daya.
CEO VinFast Trading Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, pengembangan ekosistem menjadi kunci utama untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.
“Strategi VinFast tahun depan masih tetap berfokus pada ekosistem. Kami tidak hanya fokus pada produk dan harga, tetapi juga penciptaan ekosistem, termasuk charging infrastructure melalui sister company kami, Vigrin, yang akan terus kami perluas ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali,” ujar Kariyanto dalam ajang VinFast Creator Summit di Bali, Sabtu (20/12) malam.
Dia memproyeksikan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia akan tetap positif dengan laju pertumbuhan tahunan mencapai sekitar 20 persen secara year on year (yoy). Hingga Desember tahun ini, kontribusi EV terhadap total penjualan kendaraan disebut berada di kisaran 12–13 persen.
Menurut dia, peningkatan adopsi EV ditopang oleh berbagai faktor, mulai dari pergeseran gaya hidup masyarakat hingga dukungan regulasi dan infrastruktur dari pemerintah.
“Peningkatan ini menjadi indikator yang baik bagi pertumbuhan EV di Indonesia. Apalagi VinFast juga telah meresmikan pabrik di Subang, yang diharapkan dapat mendukung percepatan pengembangan kendaraan listrik nasional,” kata dia.
Sejalan dengan itu, pasar kendaraan listrik Indonesia memang menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Data laporan Electric Vehicle Sales Review Q1–2025 yang dirilis PwC mencatat total penjualan EV di Indonesia, termasuk battery electric vehicle (BEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan hybrid, melonjak 43,4 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025.
Dalam laporan tersebut, PwC mencatat sebanyak 27.616 unit EV terjual di Indonesia sepanjang kuartal pertama 2025, meningkat dibandingkan 19.260 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan BEV sebesar 152,5 persen serta kenaikan signifikan penjualan PHEV sebesar 44,8 persen.
PwC Indonesia Industry and Services Leader & Partner, Lukmanul Arsyad, menyebut pangsa EV dalam total penjualan kendaraan penumpang di Indonesia terus meningkat.
“Pangsa EV dari total penjualan kendaraan penumpang naik dari 9 persen pada 2023 menjadi 15 persen pada 2024, dan diproyeksikan mencapai 29 persen pada 2030,” ujarnya.






