RISKS.ID – PT Bima Life Future terus memperluas peran dalam mendorong lahirnya entrepreneur baru di Provinsi Banten.
Perusahaan yang bergerak di bidang nutrisi kesehatan manusia, pupuk cair organik pertanian, serta nutrisi hewan ternak itu melakukan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Provinsi Banten dan Universitas Banten Jaya (UNBAJA), 30 Desember 2025.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi strategis antara dunia usaha, lembaga zakat, dan perguruan tinggi. Tujuannya jelas, menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Banten dan sekitarnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Pd menyambut baik inisiatif PT Bima Life Future. Menurut dia, pertemuan ini menjadi titik awal sinergi nyata antara BAZNAS dengan pelaku usaha yang memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan ekonomi umat.
“Hari ini kami bertemu dengan pengusaha yang memiliki komitmen kolaborasi dan sinergi dengan BAZNAS Banten. Ini dibuktikan dengan kehadiran mereka dan keinginan bersama untuk menyusun gerakan pemberdayaan ke depan, sehingga BAZNAS semakin diterima di hati para muzaki, baik dari kalangan pekerja pabrik, ASN, maupun profesi lainnya,” ujar Wawan.
Dia menjelaskan, BAZNAS Banten terus mendorong berbagai program unggulan, salah satunya pemberdayaan ekonomi M to M (Mustahik to Muzaki). Program tersebut diarahkan agar mustahik mampu bertransformasi menjadi muzaki dan akan diperkuat melalui kerja sama dengan para pengusaha.
Selain itu, BAZNAS Banten juga menggagas program fundraising for humanity dengan menggandeng industri dan pabrik di wilayah Banten. Program ini diharapkan mampu menghimpun dana kemanusiaan yang berdampak jangka panjang serta mendorong transformasi sosial di masyarakat. Ke depan, BAZNAS Banten juga berencana merangkul YouTuber, artis, influencer, hingga berbagai profesi lain untuk memperluas jangkauan zakat.
“Kami tidak meminta-minta, tetapi menyentuh hati sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103,” jelas Wawan.
Ketua Tazaka Foundation sekaligus mitra strategis BAZNAS Banten, M. Khozin, menambahkan bahwa pihaknya fokus mendukung program M to M karena dinilai memiliki dampak signifikan.
Menurut dia, kolaborasi dengan PT Bima Life Future berpotensi melahirkan entrepreneur baru, bahkan membuka peluang pembangunan industri di daerah melalui sinergi antara BAZNAS dan pelaku usaha.
“Potensi zakat di Banten sangat besar. Dengan APBD Banten sekitar Rp11 triliun, seharusnya penguatan pembangunan juga bisa didorong melalui sektor non-APBD, termasuk dari zakat, infak, dan sedekah,” ungkapnya.
CEO PT Bima Life Future Agus Kaidun menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Banten bertujuan mengajak masyarakat bergandengan tangan menghadapi tantangan ekonomi. Solusi yang ditawarkan berbasis kesehatan, pertanian, dan peternakan dengan sistem bisnis yang telah teruji.
“Kami memiliki produk, sistem kerja, pabrik, dan model bisnis yang sudah terbukti. Banyak mitra kami yang awalnya orang biasa, dalam satu hingga tiga bulan sudah merasakan hasil dan mampu keluar dari masalah finansial,” jelas Agus.
Dia menegaskan, seluruh produk PT Bima Life Future merupakan produk anak bangsa dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 100 persen. Menurut dia, menjadi entrepreneur tidak selalu membutuhkan modal besar.
“Di Bima Life Future, peluang keuntungan besar bisa diraih dengan modal yang sangat terjangkau. Kami ingin mengajak masyarakat Banten membangun aset, memanfaatkan usia produktif, dan memiliki sistem penghasilan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Agus juga menyoroti peluang besar bagi mahasiswa yang kerap kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Melalui sistem yang ditawarkan, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam aktivitas bisnis, memperoleh penghasilan, manfaat kesehatan, sekaligus pengalaman kewirausahaan.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa PT Bima Life Future terbuka bekerja sama dengan siapa pun. Pertemuan dengan BAZNAS Banten yang difasilitasi Tazaka Foundation menjadi momentum penting untuk menjajaki berbagai program pemberdayaan yang dapat dikolaborasikan.
“Harapannya, kerja sama ini berjalan baik, kehadiran kami membawa perubahan positif bagi masyarakat Banten, serta menjadi ladang rezeki dan ladang amal melalui bisnis dengan modal terjangkau, pelatihan, dan akademi kewirausahaan yang kami sediakan,” pungkasnya.
Usai pertemuan dengan BAZNAS Banten, tim PT Bima Life Future melanjutkan silaturahmi ke Universitas Banten Jaya (UNBAJA) di Kota Serang. Rektor UNBAJA Dr. Dadang Herli Saputra, S.IP., SH., SS., MH., M.Si., M.Kn menyambut positif program tersebut.
“Dari pertemuan ini muncul semangat dan perspektif baru dalam berbisnis. Mekanisme dan program yang ditawarkan PT Bima Life Future cukup menarik. Jika terealisasi, ini tidak hanya meningkatkan kemampuan kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga membuka peluang income dari aktivitas bisnis,” ujarnya.
Dia berharap, program kewirausahaan tersebut dapat terwujud dengan baik di lingkungan UNBAJA dan berbagai tantangan yang ada dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat antara kampus, dunia usaha, dan lembaga pemberdayaan ekonomi.






