Jalan Stasiun, Ikon Baru Kota Kediri untuk Menyambut Wisatawan

Pemkot Kediri
Kegiatan doa bersama dan peresmian kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (31/12/2025). Foto: Pemkot Kediri

RISKS.ID – Para pendatang yang turun di Stasiun Kota Kediri, Jawa Timur bakal disambut suasana yang berbeda. Bukan sekadar jalur lalu lintas, Jalan Stasiun perlahan menjelma menjadi ikon baru Kota Kediri.

Rapi, tertata, dan penuh denyut aktivitas, kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon kota yang berdampingan dengan Jalan Dhoho, pusat kuliner legendaris Kediri.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Kediri resmi menghidupkan kembali Jalan Stasiun setelah sekitar enam bulan menjalani proses revitalisasi. Penataan tersebut bukan sekadar memperindah ruas jalan, tetapi menjadi bagian dari mimpi besar menjadikan Kediri sebagai kota tujuan wisata.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, penataan Jalan Stasiun merupakan ikhtiar bersama pemerintah kota, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

Tujuannya menghadirkan ikon kota yang mendukung terwujudnya Kota Kediri sebagai kota pariwisata. Dengan wajah baru kawasan ini, dia berharap semakin banyak wisatawan datang dan singgah lebih lama di Kediri.

Tak hanya soal estetika, Jalan Stasiun dirancang sebagai ruang hidup. Kawasan ini diharapkan menjadi wadah tumbuhnya ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Dari pelaku UMKM hingga seniman jalanan, semua diberi ruang untuk berkembang.

Secara geografis, Jalan Stasiun memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama kota. Setiap orang yang datang ke Kediri hampir pasti melintasi kawasan ini. Karena itu, penataan dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, bukan hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman, aman, dan memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Penataan Jalan Stasiun menjadi bagian dari arah besar pembangunan Kota Kediri melalui program D’CITO (Kediri City Tourism).

Program ini mengusung konsep penataan kota yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan menghadirkan ruang publik bernilai ekonomi seiring berkembangnya pariwisata kota.

Harapannya sederhana namun bermakna. Jalan Stasiun bisa tumbuh menjadi ikon baru, pusat keramaian, sekaligus ruang interaksi warga. Tempat di mana keramahan khas Kota Kediri terasa sejak langkah pertama menjejak kota ini.

Peresmian kawasan Jalan Stasiun dilakukan bertepatan dengan malam pergantian tahun 2025 ke 2026, Rabu (31/12) malam. Suasana penuh kebersamaan terasa kuat. Doa bersama dipanjatkan sebagai ikhtiar agar Kota Kediri ke depan semakin baik, maju, dan masyarakatnya hidup makmur serta sejahtera.

Malam itu juga diisi dengan penggalangan donasi untuk saudara-saudara di Sumatera dan daerah lain yang terdampak bencana. Kepedulian sosial berpadu dengan kemeriahan pergantian tahun, menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan.

Hiburan pun tak kalah semarak. Penyanyi Rio Febrian hadir menghibur ribuan warga yang memadati kawasan Jalan Stasiun. Pemerintah Kota Kediri turut menyajikan makan malam berupa nasi pecel tumpang, kuliner khas yang menghangatkan suasana dan memperkuat identitas lokal.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Jalan Stasiun malam itu tak hanya menjadi lokasi perayaan, tetapi juga simbol harapan baru. Momentum pergantian tahun dimaknai sebagai waktu refleksi atas capaian yang telah diraih, sekaligus doa bersama agar Kota Kediri terus tumbuh menjadi kota yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni).

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Mohammad Qowimuddin, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, serta Pj Sekda Kota Kediri M. Ferry Djatmiko.

Kini, Jalan Stasiun tak lagi sekadar jalur menuju rumah atau tempat kerja. Dia telah menjadi cerita baru tentang Kota Kediri—tentang perubahan, harapan, dan masa depan yang terus ditata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *