PBB Nyatakan Jakarta sebagai Kota Terbesar di Dunia 2025

JAKARTA
Jakarta dinobatkan sebagai kota terbesar di dunia 2025. Foto: Wikipedia

RISKS.ID – Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang prospek urbanisasi menempatkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia. Jumlah penduduk Jakarta diperkirakan mencapai 41,9 juta jiwa, mengungguli Dhaka. Sementara Tokyo turun ke posisi ketiga.

Kantor Berita Jepang Kyodo, Kamis (1/1), mengutip laporan PBB yang menyebut pertumbuhan populasi kawasan metropolitan Tokyo lebih lambat dibandingkan Jakarta dan Dhaka. Kondisi tersebut membuat peringkat Tokyo terus merosot dalam dua dekade terakhir.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan tersebut, Tokyo tercatat turun dari posisi pertama kota terpadat dunia pada tahun 2000 menjadi peringkat ketiga pada 2025. Penilaian itu menggunakan metode khusus PBB agar perbandingan antarnegara dapat dilakukan secara setara.

Ke depan, jumlah penduduk kawasan perkotaan Tokyo diproyeksikan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Dengan penurunan tersebut, Tokyo diperkirakan turun ke peringkat ketujuh kota terbesar dunia.

Sementara itu, Dhaka diproyeksikan menjadi kota terbesar di dunia pada 2050 dengan jumlah penduduk mencapai 52,1 juta jiwa. Setelah Dhaka, kota-kota dengan populasi terbesar diperkirakan diisi Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Merujuk laporan PBB, istilah “kota” didefinisikan sebagai aglomerasi wilayah geografis yang saling berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan jumlah penduduk sedikitnya 50.000 jiwa.

Berdasarkan metodologi Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), perhitungan penduduk Tokyo mencakup kawasan perkotaan di prefektur sekitar seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Adapun jumlah penduduk administratif Tokyo tercatat sekitar 14 juta jiwa.

PBB menyebut dunia semakin terurbanisasi, dengan kota-kota kini dihuni sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk global. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan proporsi penduduk perkotaan pada 1950.

Sekitar dua pertiga pertumbuhan penduduk dunia pada periode 2025–2050 diproyeksikan terjadi di kawasan perkotaan. Namun, PBB juga mencatat sejumlah negara, termasuk Jepang dan China, diperkirakan mengalami penurunan populasi perkotaan akibat rendahnya tingkat kelahiran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *