Inspirasi Nama Islami Bayi Laki-laki dan Perempuan yang Lahir saat Isra Mi’raj

RISKS.ID – Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen agung dalam sejarah Islam. Selain menjadi peringatan perjalanan spiritual Rasulullah SAW, Isra Mi’raj juga sering dimaknai sebagai simbol peningkatan iman, keteguhan ibadah, serta kemuliaan akhlak.

Bagi orangtua yang dikaruniai anak laki-laki bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, momentum ini kerap dijadikan inspirasi dalam memilih nama. Nama yang terinspirasi dari peristiwa Isra Mi’raj diharapkan menjadi doa agar sang anak kelak tumbuh sebagai pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah SWT.

Bacaan Lainnya

Beberapa nama bayi laki-laki Islami berikut terinspirasi dari nilai-nilai spiritual Isra Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW, serta makna ibadah yang terkandung di dalamnya.

Nama Arshaka Mi’raj Nabi dimaknai sebagai anak laki-laki yang memiliki pendirian kuat dan kemuliaan, mencerminkan semangat perjalanan Nabi menuju hadirat Allah SWT.

Sidra Al-Muntaha diambil dari nama pohon di langit ketujuh yang menjadi batas tertinggi perjalanan Nabi, melambangkan kedudukan luhur dan pencapaian puncak.

Nama Burak Ar-Rasyid terinspirasi dari Buraq, kendaraan Nabi dalam Isra Mi’raj, yang bermakna cepat, bercahaya, dan membawa petunjuk yang lurus.

Sementara Fathir Mi’rajuddin mengandung doa agar anak kelak menjadi pembuka kebaikan dan kejayaan agama.

Nama Azril Langit Arasy melambangkan cita-cita tinggi dan kemuliaan, setinggi Arasy, singgasana Allah SWT.

Beberapa nama juga menekankan nilai ibadah yang diturunkan pada peristiwa Isra Mi’raj, yakni kewajiban salat.

Misalnya, Faqih Sholatuddin Muzakki yang bermakna ahli agama, penjaga salat, dan penyuci jiwa, serta Abrar Sholatul Fajr yang mengandung doa agar anak termasuk golongan orang saleh yang menjaga Salat Subuh.

Nama lain seperti Dzikri Khusyu Al-Falah, Sajid Mu’min Al-Ikhlas, dan Hafizh Sholatul Da’im mencerminkan harapan agar anak tumbuh sebagai pribadi yang senantiasa mengingat Allah, khusyuk beribadah, tulus, serta istiqamah.

Sebagian orangtua juga memilih nama yang terinspirasi langsung dari Rasulullah SAW, seperti Muhammad Al-Mustafa, Ahmad Mi’rajul Karim, Syamil Muhammad Al-Amin, atau Zhafran Muhammad Al-Fatih, yang mengandung doa agar anak meneladani akhlak Nabi sebagai pribadi terpuji, amanah, dan pembuka kebaikan.

Nama-nama lain seperti Raffasya Mi’rajul Anam, Rayyan Mi’rajul Jannah, dan Nurul Mi’raj Al-Hadi menggambarkan perjalanan menuju derajat tinggi, cahaya petunjuk, serta harapan akan surga Allah SWT.

Lalu, bagaimana dengan bayi perempuan yang lahir di hari Isra Mi’raj? Berikut beberapa inspirasi nama bayi perempuan Islami yang lahir di hari Isra Mi’raj beserta maknanya:

Nama Nurul Mi’raj melambangkan cahaya dari perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, sebagai doa agar anak menjadi penerang bagi sekitarnya.

Sidratul Jannah terinspirasi dari Sidratul Muntaha, pohon di langit ketujuh, yang dimaknai sebagai perempuan dengan kedudukan luhur dan cita-cita tinggi.

Nama Alya Mi’rajah mengandung makna perempuan mulia yang derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT.

Zahra An-Nur Mi’raj mencerminkan cahaya yang bersih dan bercahaya dalam perjalanan iman.

Nama Safira Sholatun Nisa mengandung doa agar anak menjadi permata berharga yang menjaga salat sebagai tiang agama.

Beberapa nama juga menekankan nilai kesalehan dan ibadah yang menjadi inti peristiwa Isra Mi’raj. Misalnya Sajidah Khusyu Al-Falah, yang bermakna perempuan yang khusyuk dalam ibadah dan meraih kemenangan, serta Hafizah Sholatul Iman, sebagai doa agar anak istiqamah menjaga salat dan keimanannya.

Nama lain seperti Aisyah Nurul Huda, Maryam Mi’rajul Qulub, dan Khadijah Zahra Mi’raj terinspirasi dari keteladanan perempuan mulia dalam Islam, dengan harapan anak meneladani keteguhan iman dan akhlak mereka.

Sementara itu, Rania Mi’rajul Karimah, Azzahra Nurul Jannah, dan Rayyani Mi’rajus Sakinah menggambarkan perempuan yang lembut, mulia, serta dianugerahi ketenangan dan keberkahan hidup.

Pemilihan nama yang terinspirasi dari Isra Mi’raj tidak sekadar menjadi identitas, tetapi juga doa panjang orangtua agar anak tumbuh dengan iman yang kokoh, kecintaan pada salat, serta akhlak mulia sebagaimana teladan Rasulullah SAW.

Momentum Isra Mi’raj pun menjadi pengingat bahwa setiap nama adalah harapan, dan setiap harapan adalah doa yang terus menyertai perjalanan hidup seorang anak.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *