Pertamina Trans Kontinental Perkuat Layanan Logistik Maritim di Kilang Cilacap

super tangker pertamina
Super Tangker milik Pertamina saat berlayar di tengah samudera. Foto: Pertamina

RISKS.ID — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat keandalan layanan logistik maritim di Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, guna mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional.

Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental I Ketut Laba mengatakan, PTK berperan langsung sebagai tulang punggung transportasi laut di lingkungan Pertamina Group.

Bacaan Lainnya

“PTK berperan langsung sebagai tulang punggung transportasi laut di lingkungan Pertamina Group,” ujar I Ketut Laba dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Penguatan keandalan layanan tersebut diwujudkan melalui kesiapan armada, penerapan marine assurance, serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berkelas internasional.

“Kami memastikan setiap barel energi dapat bergerak dengan selamat dan tepat waktu dari laut ke kilang, hingga akhirnya sampai kepada masyarakat,” kata I Ketut Laba.

Menurut dia, penguatan koordinasi dengan Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina International Shipping (PIS) turut memberikan keyakinan kepada para pemangku kepentingan, termasuk klien dan calon klien, bahwa PTK mampu menyediakan layanan logistik maritim yang andal di tengah kompleksitas operasional serta tantangan lingkungan maritim.

“Keandalan tidak hanya diukur dari ketersediaan kapal, tetapi juga dari integrasi sistem keselamatan, kesiapsiagaan personel, serta kepatuhan terhadap standar global. Inilah nilai tambah yang kami tawarkan kepada seluruh mitra bisnis,” ujar I Ketut Laba.

Dari sisi operasional, PTK memastikan kesiapan menyeluruh melalui pengecekan fasilitas jetty, penyediaan alat pelindung diri dan life saving appliance, pengawalan HSSE, serta pengaturan jalur aman di area sandar kapal.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen PTK terhadap prinsip zero accident dan zero downtime, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa bahwa layanan yang diberikan mampu menopang operasional kilang yang berjalan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

Penguatan keandalan logistik maritim ini tidak hanya berdampak bagi internal Pertamina Group, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat luas sebagai penerima manfaat akhir dari terjaganya pasokan energi nasional.

Dengan sistem transportasi laut yang andal, risiko gangguan distribusi dapat diminimalkan sehingga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan energi tetap terjaga. Bagi dunia usaha, khususnya mitra dan calon klien, kondisi ini menjadi bukti bahwa PTK merupakan mitra strategis yang mampu mendukung kelancaran bisnis melalui layanan maritim yang aman, efisien, dan berstandar internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *